Voli proliga

Tim Putri Jakarta Electric PLN Unggul

Kompas.com - 06/05/2011, 22:05 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Tim putri Jakarta Electric PLN membuktikan diri sebagai tim terkuat di hajatan Sampoerna Hijau Voli Proliga 2011. Tim asuhan pelatih China, Tian Mei, ini menumbangkan Gresik Petrokimia, 3-0 (25-18, 30-28, 25-12), pada laga pertama putaran pertama babak empat besar di GOR Ken Arok, Malang, Jumat (6/5).

Atas hasil ini, berarti PLN belum pernah terkalahkan di kompetisi ini. Pada babak reguler, PLN memetik kemenangan sempurna 24 poin (12 kali menang). Asisten pelatih Electric PLN, Luciana Taroreh mengatakan, kemenangan ini niscaya lebih mengangkat lagi moral dan mental para pemain. "Sebab, di empat besar ini semua tim mempersiapkan dengan lebih baik. Target kami adalah memenangi empat pertandingan di empat besar, itu dulu. Kami tidak mau buru-buru mengejar juara," tuturnya.

Bagi kapten PLN, Susanti Martalia, hal yang paling berat bagi tim yang belum pernah kalah adalah mental meremehkan. Hal itu jangan sampai terjadi. "Yang kami persiapkan bukan lagi teknis pertandingan, namun lebih ke mental yang harus dibangun. Jangan sampai setelah menang terus lantas jadi meremehkan," terangnya.

Pelatih Petrokimia, M Hanafi mengatakan, PLN memiliki pemain yang sudah matang. "Ini pelajaran yang terbaik buat tim kami. Tim lawan lebih matang, skill individunya sudah matang. Para pemain lawan mampu mengetahui posisi dan mengatur irama permainan. Mereka memiliki karakter," katanya.

Satu tambahan pemain asing dari Brasil, Michelle Fernandez Silva, ternyata belum sesuai yang diharapkan. "Semoga pertandingan selanjutnya pemain asing kami bisa lebih membaur dengan pemain lain," kata Hanafi.

Putaran pertama babak empat besar Voli Proliga digelar di Malang, tanggal 6-8 April 2011. Putaran kedua akan diselenggarakan di Jakarta pada 13-15 April 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau