Braga, Kamis -
Dalam pertandingan semifinal putaran pertama, Benfica unggul 2-1 atas Braga. Namun, kemenangan 1-0 tersebut membuat agregat kedua kesebelasan 2-2. Braga melangkah ke final karena dapat mencetak gol di kandang lawan.
Braga berjumpa dengan FC Porto di final Liga Europa
Porto melaju ke final setelah menang agregat 7-4 atas Villarreal. Pada putaran pertama, Porto menang 5-1 atas Villarreal. Pada pertandingan semifinal putaran kedua, Porto justru kalah atas Villareal 2-3.
Dua gol Porto dicetak Hulk pada menit ke-39 dan Falcao pada menit ke-48. Adapun gol Villareal dihasilkan oleh Cani pada menit ke-17, Capdevila pada menit ke-75, dan satu gol hasil tendangan penalti oleh Giuseppe Rossi pada menit ke-80.
Tampil di depan pendukungnya, Braga memanfaatkan dukungan suporter dengan tampil menyerang. Namun, Benfica yang bermain dengan formasi bertahan menyulitkan tim tuan rumah untuk mencetak gol. Gol satu-satunya yang dicetak Custodio melalui sundulan terjadi pada menit ke-19 setelah mendapat tendangan pojok.
Braga menciptakan sedikitnya dua peluang emas pada menit ke-84 melalui Custodio dan Hugo Viana. Namun, kedua peluang itu tidak mampu membuahkan gol meskipun kiper lawan sudah terjebak dalam posisi sulit.
Benfica terus memberikan perlawanan atas tekanan yang diberikan tim tuan rumah. Benfica memiliki peluang emas ketika pemain sayap Franco Jara mengincar sudut gawang Braga pada pertengahan babak kedua. Sayang, tendangan Franco tidak menghasilkan gol.
Benfica juga dua kali kehilangan peluang emas pada menit ke-79, saat Nicolas Gaitan hampir berhasil membuat kiper lawan terkecoh. Peluang emas kedua ketika Luisao mengirim umpan matang kepada Saviola, yang sayangnya tak dimanfaatkan maksimal.
”Saya bukan pahlawan karena seluruh tim adalah pahlawan. Tidak ada kata-kata yang bisa saya ucapkan untuk menggambarkan kegembiraan saya,” kata Custodio saat diwawancarai oleh televisi.
Pelatih Braga Domingos Paciencia mengatakan, timnya memang bertekad keras untuk mencapai final. Lolosnya Braga ke final merupakan sebuah berkah yang luar biasa.
Sementara itu, Porto juga merayakan kegembiraan atas keberhasilan mereka melaju ke final. ”Ini seperti mimpi,” kata pemain Porto asal Kolombia, Falcao.
”Ketika datang ke Eropa, saya bermimpi melakukan hal yang hebat bersama Porto. Kami telah berhasil menorehkan prestasi besar, tetapi sekarang kami harus menang di final,” tutur Falcao.
Pelatih Villarreal Juan Carlos Garrido sudah berusaha membendung gempuran Porto dengan memasang tiga penyerang sekaligus. Ketiga penyerang tersebut mampu menciptakan serangan yang merepotkan Porto.
Meskipun mampu melakukan penetrasi ke kubu Porto, pemain Villarreal hanya mampu menciptakan tiga gol. Mereka tidak mampu menandingi kecemerlangan pemain Porto yang mencetak lima gol dalam pertandingan semifinal putaran pertama.(Reuters/WAD)