PMI Gelar Operasi Katarak Gratis

Kompas.com - 07/05/2011, 10:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mendukung program kesehatan mata, PMI bersama PERDAMI (Persatuan Dokter Mata Indonesia)  melaksanakan Program Operasi Katarak Gratis dengan target utama masyarakat rentan dari kalangan kurang mampu.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla meninjau langsung kegiatan operasi katarak gratis yang berlangsung di ruang bedah mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada Sabtu (7/5/2011) pagi ini.

"Kegiatan yang dilaksanakan PMI bersama PERDAMI ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang kurang mampu. Agar mereka bisa lebih jelas melihat dan menjalani hidupnya dengan normal," ujar Kalla di RSCM.

Mengacu data dari Kementerian Kesehatan RI,  JK mengatakan, dari total 3 juta orang buta, separuh di antaranya karena penyakit katarak. Setiap tahun, diperkirakan ada 240.000 kasus katarak baru di Indonesia.

"Kita semua hendaknya turut serta menanggulangi penyakit katarak," tegas Kalla.

Menurut JK, PMI mempunyai dua program yang erat kaitannya dengan masalah kesehatan pada mata yaitu, pembagian kacamata gratis dan operasi katarak gratis.

"Untuk pembagiana kacamata, kita membagikan 10 ribu kacamata. Selama bisa kita akan bantu," tambahnya.

Bukan hanya itu saja, Kalla mengungkapkan bahwa ada program PMI lainnya seperti program kebersihan untuk mengurangi demam berdarah dengan pembagian 1 juta cangkul dan sekop.

Kebutaan karena katarak sesungguhnya bisa diatasi dengan cara pembedahan. Menurut JK, program operasi katarak gratis ini tidak akan hanya dilakukan di Jakarta saja, tetapi juga di berbagai daerah lainnya seperti Banjarmasin dan Banten.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau