Agnes Monica: Hidupku Juga Nggak Sempurna

Kompas.com - 07/05/2011, 21:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mayoritas masyarakat menilai kehidupan penyanyi multitalenta yang telah menapaki karirnya sejak usia lima tahun, Agnes Monica, sempurna. Dalam sebuah acara sharing pengalaman hidupnya, Agnes mengatakan, hidupnya tidak sesempurna yang dibayangkan.

"Thinking that my life is perfect, huh? My life is not perfect! I do have problem like you. If you have problem, you have to thankful for that... I am not born strong, like you. I also cry (berpikir hidupku sempurna hah? Hidupku (juga) nggak sempurna! Aku juga memiliki permasalahan seperti kalian. Jika kita punya permasalahan, kita harus bersyukur karenanya... Aku juga tidak terlahir kuat. Aku juga menangis)," kata Agnes, saat berbicara kepada sekitar 300 pelajar SMA- di antaranya terdapat pelajar peraih beasiswa mikro dari AS, Jumat LALU di Atamerica, Pacific Place, Jakarta.

Sebelumnya, penyanyi yang juga pernah bermain sinetron Pernikahan Dini bersama Sahrul Gunawan ini bercerita mengenai pesan twitter yang ditujukan padanya (melalui mention ke @agnezmo). "There was someone message me on twitter like this, 'the people is not lucky as you'. What? It is not about luck! Everyone has talent. It grows from very small seeds. So, you have to be ready for that... Success is the meet of opportunity and readiness (seseorang mention aku ditwitter, 'orang-orang tidak seberentung kamu'. Apa? Ini bukan tentang keberuntungan. Setiap orang memiliki talenta. Semua bertumbuh dari sesuatu benih (bakat) yang teramat kecil. Jadi, kamu harus siap akan hal itu... Kesuksesan merupakan pertemuan antara kesempatan dengan kesiapan)," lanjut perempuan kelahiran 1 Juli 1986 ini. Kemudian, Agnes yang telah menjadi ikon idola Indonesia dan sedang merambah ranah internasiona ini kemudian memberikan saran.

"Never stop to dream. Does it a matter to have a dream? Noo....Changes in this world are made controversially. Well, people call your dream weird? Ya! Cause people don't like change! They live and love comfort zone. Any type of change about to make out of comfort. Then, convince your self about your dream, believe, and make it happen. You have to work real hard, consistant, and smart. You know, even stranger try to make you give up. You have to survive (jangan pernah bermimpi. Apakah bermimpi salah? Tidak. Perubahan yang ada di dunia dibuat secara kontroversial. Mungkin, orang-orang akan memanggilmu aneh karena mimpimu. Ya! Karena orang-orang tidak suka perubahan! Mereka hidup dan cinta akan zona aman. Segala bentuk perubahan adalah mengotak-atik zona aman ini. Kemudian, yakinkan dirimu akan mimpimu, percayai, dan realisasikan. Untuk melakukannya kamu harus bekerja keras, konsisten, dan cerdas. Kamu tahu, bahkan orang asing pun akan membuatmu menyerah. Jadi, haruslah bertahan)," jelas Agnes.

"The biggest of yourself is the biggest power of the world (terbesar darimu adalah kekuatan terbesar dunia)," lanjut Agnes.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau