BULUKUMBA, KOMPAS.com — Empat remaja tersangka pencuri sepeda motor berhasil kabur dari sel Polsek Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/5/2011) sekitar pukul 04.00 WIT.
Para pelajar SLTA yang bernama samaran Imang, Rajawali, Wawan, dan Dahlan itu kabur dengan cara membobol plafon ruang tahanan yang mereka huni selama sepekan. Dari catatan aparat kepolisian, Dahlan memang lihai membobol rumah.
Namun, keberhasilan mereka tidak berlangsung lama. Hanya beberapa jam, tiga dari empat remaja itu dapat diringkus lagi. Bagaimana polisi dengan mudah menangkapnya?
Para tersangka itu masih muda sehingga rupanya belum cukup berpengalaman sebagai penjahat. Maka, setelah berhasil kabur, tujuan mereka untuk kabur mudah diterka, yaitu kemungkinan besar ke rumah keluarganya. Ternyata benar, karena rindu orangtuanya, mereka tertangkap kembali di area perkebunan di Dusun Bonto Bangun, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.
Saat itu mereka bermaksud pulang ke rumah orangtuanya seusai bersembunyi di Pasar Rilau Ale, Sabtu (7/5/2011) siang. Namun, baru tiga dari empat tersangka yang dapat diringkus.
Kepada Kompas.com, Imang mengaku terpaksa kabur setelah Dahlan, tahanan baru dalam kasus yang sama, menyampaikan bahwa jika mereka tidak ikut lari, polisi akan menembaknya.
Gertakan Dahlan membuat ketiga remaja ini menjadi ketakutan sehingga ikut kabur bersama Dahlan.
"Dahlan mengatakan, kami semua mau ditembak oleh polisi. Karena takut, kami bertiga terpaksa ikut lari bersama Dahlan melewati plafon yang telah dibobol Dahlan dengan cara memanjat beberapa terali jeruji," dalih Imang sebelum dimasukkan ke tahanan Mapolres Bulukumba.
Imang mengaku tidak melihat Dahlan setelah kabur, sedangkan Imang, Rajawali, dan Wawan tetap bersama-sama. Ketiga pelajar SLTA ini menjadi tahanan Polsek Rilau Ale seminggu lalu, setelah terlibat dalam pencurian sepeda motor.
Imang bersama kedua kawannya mengaku terlibat dalam pencurian sepeda motor karena disuruh seorang pemuda yang baru dikenalnya. Pantauan Kompas.com, saat mereka masuk sempat dipukul tahanan lainnya.
Pasalnya, tahanan lainnya kesal karena ikut dimarahi polisi akibat ulah ketiga remaja yang sempat kabur dari tahanan tersebut.
Sementara itu, salah satu anggota Polsek Rilau Ale membantah bahwa empat tersangka pencuri itu akan ditembak. "Ah, itu alasan mereka saja untuk bisa kabur," ujar seorang anggota Polsek yang namanya enggan disebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang