SAR Sorong Kirim Empat Penyelam

Kompas.com - 08/05/2011, 09:37 WIB

TIMIKA, KOMPAS.com - Kantor SAR Sorong, Papua Barat mengirim empat orang anggota tim penyelam bersama peralatan pendukung untuk membantu mengevakuasi korban kecelakaan pesawat Merpati Nusantara Airlines di perairan laut dekat Bandara Kaimana pada Sabtu (7/5/2011).

Kepala Kantor SAR Timika, Zulfikar, Minggu mengatakan tim penyelam Kantor SAR Sorong tersebut dipimpin langsung kepalanya, Efendi Rajaloa. Mereka tiba di Kaimana pada Minggu pagi dengan penerbangan langsung dari Sorong.

Zulfikar menambahkan, pada Minggu siang Kepala Badan SAR Nasional, Nono Sampono akan tiba di Kaimana dari Ambon menggunakan pesawat Casa TNI-AL. Turut dalam rombongan Kepala Basarnas tersebut yaitu personel penyelam dari Kantor SAR Ambon.

Sedangkan tim dari Kantor SAR Timika hingga saat ini masih terus menunggu keberangkatan ke Kaimana. Sedianya Kantor SAR Timika akan mengirim tim pada Sabtu malam namun Kapal Rescue Boat 217 mengalami gangguan mesin setelah melakukan pencarian dua korban KM Kawasan yang dinyatakan hilang di perairan Potowayburu pekan lalu.

"Kami belum dapat kepastian untuk berangkat ke Kaimana karena jadwal penerbangan Trigana Air baru ada hari Selasa. Kantor SAR Timika dalam posisi stand by," jelas Zulfikar, Minggu (8/5/2011).

Dari informasi yang diterima Kantor SAR Timika, demikian Zulfikar, 17 korban kecelakaan pesawat Merpati sudah ditemukan sejak Sabtu dan telah dievakuasi ke RSUD Kaimana.

"Dari laporan Kepala SAR Sorong yang saat ini ada di Kaimana, posisi pesawat Merpati tersebut berada di kedalaman sekitar 15 meter. Kemungkinan besar para korban yang belum ditemukan berada dalam bangkai pesawat," jelas Zulfikar.

Dengan kondisi kedalaman seperti itu ditambah dengan dukungan tabung oksigen, Zulfikar optimis para tim penyelam mampu menemukan seluruh korban kecelakaan pesawat Merpati.

Pesawat Merpati Nusantara Airlines MA 60 PK MZK dengan nomor penerbangan MZ 8968 rute Sorong-Nabire-Kaimana, Sabtu siang sekitar pukul 14.05 WIT jatuh di laut ujung landas pacu Bandara Kaimana.

Pesawat itu mengangkut 18 orang penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dan dua bayi. Ikut dalam pesawat naas itu sejumlah awak pesawat.

Pesawat tersebut dipiloti Kapten Purwandi Wahyu dengan Co Pilot Paul Nap. Awak pesawat yang ikut dalam penerbangan itu Pramugari Sumaryani dan Indriyana Puspasari serta dua teknisi yakni Joko dan Dadi Tarsidik.

Pesawat naas itu mengalami putus komunikasi dengan menara pengawas dalam posisi 15 mil dari Kaimana. Saat insiden jatuhnya pesawat Merpati tersebut, cuaca di sekitar Kota Kaimana dalam kondisi hujan lebat.

Pesawat tersebut merupakan pesawat baru buatan China yang baru dibeli PT Merpati Nusantara Airlines pada Oktober 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau