Piala sudirman

Tontowi/Liliyana Bertekad Sumbang Poin

Kompas.com - 09/05/2011, 17:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bertekad memberikan prestasi terbaik di ajang Piala Sudirman, 23-29 Mei mendatang. Pasangan yang baru meraih gelar Malaysia Terbuka Grand Prix Gold tersebut ingin menyumbang poin bagi tim Merah Putih dalam turnamen beregu campuran itu.

"(Untuk Sudirman) harapannya bisa memberi yang terbaik bagi tim Merah Putih, khususnya sektor ganda campuran. Mudah-mudahan kami selalu menyumbang poin untuk tim Indonesia," ujar Liliyana, yang dua kali menjadi juara dunia ketika berpasangan dengan Nova Widianto.

Bersama Tontowi, Liliyana mulai menunjukkan prestasi yang cukup membanggakan. Setelah tahun lalu hanya meraih satu gelar di Macau Terbuka Grand Prix Gold, tahun 2011 ini mereka sudah menyabet dua gelar–sekaligus menjadi pasangan yang mengakhiri paceklik gelar bulu tangkis Indonesia di arena internasional.

Setelah dua pekan lalu menjuarai India Terbuka Super Series, Tontowi/Liliyana melanjutkan prestasi gemilangnya di Malaysia akhir pekan lalu. Di final, Minggu (8/5/2011), pasangan unggulan keempat ini menang 18-21, 21-15, 21-19 atas unggulan keenam dari Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Maka, tak heran jika Tontowi/Liliyana akan menjadi salah satu andalan di Piala Sudirman yang akan berlangsung di Qingdao, China. Mereka diharapkan bisa menyumbang satu poin.

Sementara itu, Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) sudah menyerahkan kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) daftar nama-nama anggota tim untuk Piala Sudirman. Menurut Sekjen PB PBSI Jacob Rusdianto, tim Indonesia terdiri atas 18 pemain, dengan sembilan putra dan sembilan putri.

Dari daftar nama tersebut tidak ada Sony Dwi Kuncoro. Pemain tunggal ini tidak didaftarkan karena baru mengalami cedera lagi sehingga mundur dari Malaysia Terbuka Grand Prix Gold.

Indonesia menjuarai kejuaraan dunia beregu campuran yang digelar setiap dua tahun sekali itu saat pertama kali diselenggarakan di Jakarta tahun 1989. Setelah itu, pasukan Merah Putih hanya bisa menjadi runner-up sebanyak enam kali.

Pada penyelenggaraan terakhir, dua tahun lalu, di Guangzhou, China, Indonesia hanya sampai semifinal.

China adalah negara yang paling sering mengangkat trofi dengan meraih gelar tujuh kali (1995-2001 dan 2005-2009) dari 11 kali turnamen.

Berikut ini nama-nama anggota tim Indonesia untuk Piala Sudirman:

Taufik Hidayat, Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka, Adriyanti Firdasari, Lindaweni Fanetri, Bona Septano, Mohammad Ahsan, Alvent Yulianto, Hendra Aprida Gunawan, Greysia Polii, Meiliana Jauhari, Nitya Krishinda, Anneke Feinya Aguntine, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Fran Kurniawan, Pia Zebadiah, dan Debby Susanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau