Tabung meledak

Korban Luka Bakar Gas Elpiji, Tewas

Kompas.com - 09/05/2011, 19:58 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - Satu dari enam korban kebocoran elpiji Pertamina ukuran tiga kilogram di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tewas setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedono, Kota Madiun, Senin (9/5/2011).

Korban tewas adalah, Juprianto (23), yang mengalami luka bakar hingga 80 persen, sedangkan tiga korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD dr Soedono Madiun, setelah dirujuk dari Nganjuk pada Minggu (8/5/2011). Adapun dua korban lainnya masih dirawat di Puskesmas Gondang, Nganjuk.

"Korban Juprianto mengalami luka bakar hingga 80 persen dan sudah dinyatakan meninggal dunia. Biasanya, kalau luka bakar sudah sampai lebih dari 50 persen, harapan hidupnya kecil," ujar dokter Spesialis Bedah RSUD dr Soedono, dr Dadik Subiyanto.

Menurut dia, akibat luka bakar yang cukup parah tersebut, respons atau reaksi di tubuh sudah sangat kompleks. Pihak rumah sakit sudah memberikan pertolongan pertama dan perawatan pada korban, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

"Kami sudah memberikan cairan dengan volume sesuai luas luka bakar. Obat-obatan antibiotik juga sudah diberikan untuk menghindari infeksi. Namun, korban tak dapat bertahan," kata Dadik.

Selain Juprianto, kebocoran elpiji yang berakibat pada kebakaran ini, juga melanda lima korban lainnya yang masih satu keluarga. Mereka adalah Partiwi (27), Yulianto (25), Yogi (7) yang masih dirawat di RSUD Soedono Madiun, serta dua korban yang dirawat di Puskesmas Gondang adalah Parsini (30) dan Faisol (12). Kesemuanya warga Desa Gondang Kulon RT 5 RW 2, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.

Kepala Bidang Keperawatan RSUD dr Soedono Madiun, Sumringah, mengatakan, kasus yang menimpa para korban itu sudah dilaporkan ke aparat kepolisian setempat dan PT Pertamina (Persero).

"Infonya, pihak Pertamina yang akan menanggung seluruh biaya pengobatan pasien. Selain itu, kasus ini juga sudah dilaporkan ke kepolisian," kata Sumringah.

Berdasarkan informasi, peristiwa kebakaran yang diduga akibat kebocoran elpiji terjadi pada Minggu (8/5/2011) saat salah satu anggota keluarga mengganti tabung elpiji lama dengan yang baru.

Saat itu, diduga ada kebocoran dan sudah dibawa ke kamar mandi. Namun tiba-tiba api yang berasal dari dapur dengan bahan bakar kayu yang masih satu lokasi dengan rumah menyambar gas yang bocor. Padahal jarak kamar mandi dengan dapur sekitar 12 meter.

Diduga gas sudah menyebar di sekitar ruangan dapur dan tersambar api dari bahan bakar kayu. Hingga, akibatnya, rumah langsung terbakar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau