Cek perjalanan

Nunun Disebutkan Dekat dengan Miranda Goeltom

Kompas.com - 10/05/2011, 04:17 WIB

Jakarta, Kompas - Direktur Utama PT Wahana Esa Sejati, Arie Malangjudo, mengungkapkan bahwa atasannya, Nunun Nurbaeti, kenal dengan Miranda S Goeltom yang juga Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Hal itu terlihat dari pertemuan dan kunjungan yang dilakukan Nunun dan Miranda.

Hal itu diungkapkan Arie dalam kesaksiannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (9/5). Pengadilan Tipikor menyidangkan perkara dugaan suap cek perjalanan yang menyeret sejumlah mantan anggota DPR terkait dengan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom, di antaranya Paskah Suzetta dan Agus Condro. Selain Arie Malangjudo, sidang juga menghadirkan Endin AJ Soefihara (mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan).

Menurut Arie, dirinya pernah diperkenalkan dengan Miranda Goeltom. Saat itu Miranda sedang mencari sekretaris untuk Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) dengan Miranda sebagai ketuanya. Miranda meminta Nunun sebagai sekretaris. Nunun tidak mau lalu mengusulkan Arie. Namun, Arie pun menolak karena mengaku tidak tahu-menahu soal bridge.

Arie pun pernah diajak oleh Nunun bertemu Miranda di kantor Miranda. Pertemuan itu dilakukan di kantor yang sangat megah pada jam kantor dengan membawa cucu dan pengasuh bayi.

”Saya pikir ini ada kedekatan (antara Nunun dan Miranda) yang cukup baik,” kata dia.

Fraksi Polri/TNI disebut

Namun, Arie mengaku tidak tahu apakah cek perjalanan yang diberikannya kepada anggota DPR di Restoran Bebek Bali, Senayan, beberapa waktu lalu ada kaitannya dengan kedekatan Nunun dengan Miranda tersebut. Dalam kasus itu, ia hanya disuruh menyerahkan bungkusan (dari kantong belanja) yang berisi amplop coklat. Di dalam amplop tersebut terdapat amplop-amplop lain yang masing-masing diserahkan ke fraksi PDI-P, TNI-Polri, dan yang lain.

Ketika didesak untuk kepentingan apa amplop diberikan, Arie mengungkapkan bahwa Nunun menjelaskan amplop yang terasa berisi travellers cheque tersebut merupakan tanda terima kasih untuk anggota DPR. Namun, ia pun tak mengetahui tanda terima kasih dalam kepentingan atau hal apa. Saat dirinya menanyakan kepada Nunun, Nunun hanya menjawab bahwa itu urusan pribadinya.

”Buat saya pribadi, itu pilpres,” ujar Arie Malangjudo ketika didesak pengacara tentang pendapatnya mengenai penyerahan amplop coklat tersebut. Namun, ia kemudian mengakui bahwa pendapatnya tersebut merupakan asumsi dirinya. (ana)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau