Ibadah haji

Suryo Mundur dari Pelatnas SEA Games

Kompas.com - 10/05/2011, 18:37 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Pelari cepat nasional asal Jawa Tengah, Suryo Agung Wibowo, batal tampil pada SEA Games XXVI 2011 di Sumatera Selatan dan DKI Jakarta, November 2011. Pasalnya, sang atlet akan menunaikan ibadah haji.

"Saya sudah mengajukan surat pengunduran diri dari pelatnas tertanggal 4 Mei 2011, tetapi sampai kini belum dibalas secara resmi," kata Suryo ketika dihubungi dari Semarang, Selasa (10/5/2011).

Namun, kata peraih dua medali emas SEA Games XXV/2009 Laos tersebut, permohonan itu kemungkinan diterima karena dirinya tidak jadi diberangkatkan mewakili Indonesia pada Grand Prix Asia di China.

Ketika ditanya keputusan itu apakah sudah final, pelari asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, tersebut mengatakan, dirinya sudah membicarakan hal itu dengan keluarga, terutama istrinya, dan keputusan itu sudah bulat. Menurut dia, rencana menunaikan ibadah haji itu sudah dari tahun 2010, tetapi mundur karena harus tampil pada Asian Games XVI di Guangzhou, China, Desember 2010.

"Saya sudah nazar untuk menunaikan ibadah haji dan sebenarnya sudah tahun kemarin, tetapi mundur. Masa sekarang mau mundur lagi," katanya.

Ketika ditanya apakah seusai menunaikan ibadah haji tetap akan menjadi atlet, dia mengatakan: "Belum tahu, Mas. Yang pasti tahun ini saya sudah memutuskan untuk menunaikan ibadah haji dan mundur dari pelatnas."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau