Habibie: NII Melanggar UUD 1945

Kompas.com - 10/05/2011, 21:01 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie menegaskan, Negara Islam Indoensia (NII) yang kembali diperbincangkan melanggar UUD 1945 dan Pancasila. Olah karena itu, ia mengatakan, pemerintah harus tegas dan segera mengusut gerakan tersebut.

"NII itu jelas melanggar UUD 1945 dan Pancasila. Jadi, pemerintah harus tegas dan segera dituntaskan. Itu sudah jelas, tak perlu dibahas lagi. Saya katakan lagi, NII melanggar UU '45," katanya seusai mengisi kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur, Selasa (10/5/2011) malam.

Sementara itu, mengenai keberadaan Pondok Pesantren Al-Zaytun yang diduga menjadi pusat aktivitas NII, Habibie mengakui, saat dirinya menjadi Presiden memang pernah datang ke ponpes pimpinan Panji Gumilang itu.

"Tapi, kedatangan saya dalam rangka meresmikan gedung di Al-Zaytun. Kalau soal ideologinya, saya tidak banyak tahu. Apalagi soal keterlibatan Al-Zaytun dengan NII," akunya.

Lebih lanjut ia mengatakan, "Kalau tidak salah, saat saya jadi Presiden, Menteri Agama sudah pernah meneliti kurikulum yang dipakai di Al-Zaytun. Katanya sudah sesuai dan tidak melanggar UUD '45," ujarnya.

Selanjutnya, jika masih ada kecurigaan atas ideologi yang diajarkan NII, Habibie mengatakan, pemerintah harus menelitinya kembali. "Agar NII tidak mengganggu ideologi NKRI dan Pancasila. Karena jelas, NII melanggar UUD '45 dan Pancasila," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau