Geser Garis Tanggal, Sebuah Hari Hilang

Kompas.com - 11/05/2011, 08:26 WIB

SAMOA merencanakan untuk melompat 24 jam ke masa depan, menghapus satu hari, dan menambah kelokan baru pada garis tanggal internasional di Samudra Pasifik agar bisa sama dengan Australia, Selandia Baru, dan Asia timur.

Keputusan negara pulau itu untuk Back to the Future—judul film trilogi tentang penjelajah waktu—mengubah keputusan 119 tahun lalu untuk tetap tertinggal sehari dan menyesuaikan diri dengan para pedagang AS yang berbasis di California.

Berdasarkan keputusan tahun 1892 itu, fajar hari Minggu di Samoa bersamaan dengan fajar hari Senin di negara tetangganya, Tonga, serta hari Senin subuh di Selandia Baru, Australia, dan mitra dagang mereka di Asia timur, seperti China.

Samoa menemukan kepentingannya kini terletak di kawasan Asia-Pasifik, dan memutuskan berpindah ke sisi barat garis tanggal internasional. Garis imajiner itu memisahkan satu hari kalender dari hari mendatang dan memotong Samudra Pasifik dari utara ke selatan.

"Kami kehilangan dua hari dalam sepekan jika berbisnis dengan Selandia Baru dan Australia," kata Perdana Menteri Tuilaepea Sailele Malielegaoi menjelaskan alasan perpindahan itu. "Saat di sini Jumat, di Selandia Baru sudah hari Sabtu. Ketika kami ke gereja di hari Minggu, Sydney dan Brisbane sudah mulai berbisnis."

Perubahan itu harus dibayar mahal oleh Samoa. Negara Polinesia itu sejak lama memasarkan diri sebagai tempat terakhir di bumi yang melihat matahari terbenam setiap hari.

"Ini sangat membingungkan. Saya tidak melihat maksudnya dan kami tidak tahu manfaatnya," kata Laufa Lesa (30), pejabat perusahaan multimedia di ibu kota Samoa, Apia. "Pemerintah mengatakan ini baik untuk perekonomian, tetapi sekarang ini juga baik-baik saja," kata Lesa. Namun, Perdana Menteri Tuilaepea tak khawatir dan menyiapkan jargon pariwisata baru: Anda bisa dengan mudah merayakan hari yang sama dua kali karena Samoa Amerika yang merupakan wilayah AS di sebelahnya akan tetap ada di sisi timur garis tanggal itu dan tertinggal satu hari dari Samoa.

Tuilaepea telah mengusulkan untuk melompat maju dengan menghapus tanggal 31 Desember tahun ini dari kalender walau belum ditetapkan. (AP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau