manchester, rabu
Kemenangan City ini sungguh pahit bagi ujung tombak Spurs, Peter Crouch. Gol bunuh diri penyerang bertubuh jangkung itulah yang mewujudkan target City mengakhiri musim ini di zona Liga Champions.
Crouch salah mengantisipasi umpan silang pemain sayap City, James Millner, sehingga bola masuk ke gawang Spurs yang dijaga oleh Carlo Cudicini.
Satu tahun lebih lima hari silam, Crouch pula yang menceploskan gol, tetapi ke gawang City. Satu-satunya gol dalam laga itu memastikan Spurs mengakhiri Liga Primer musim lalu di peringkat keempat dan melakoni debut di Liga Champions.
Musim ini Crouch benar-benar tenggelam, hanya mampu mencetak empat gol untuk Spurs di liga dan kini satu gol lagi untuk City, yang membangkitkan gairah petualangan para pemain City.
”Saya bahagia karena ini target pertama kami. Saya mengucapkan selamat kepada para pemain,” ujar Manajer Manchester City Roberto Mancini.
”Saya pikir kami layak (berada) di Liga Champions karena kami berada di antara peringkat pertama dan keempat sepanjang musim,” ujar Mancini.
Keberhasilan City mengunci posisi di zona Liga Champions tak lepas dari kerja keras. Selain itu, City juga dipermudah dengan kegagalan sejumlah rival seperti Liverpool yang terpuruk di tangan Roy Hodgson dan Tottenham yang menurun setelah para pemain kunci dirundung cedera.
Kekalahan di City of Manchester juga memperpanjang nestapa Spurs, yang hanya meraih sembilan poin dari 10 pertandingan di liga.
Tottenham kini berada di peringkat keenam dengan nilai 56, dua poin di bawah peringkat kelima Liverpool. City aman di peringkat keempat dengan 65 poin. Dua sisa pertandingan tidak memungkinkan bagi Liverpool untuk menggeser City.
City justru berpeluang menggusur peringkat ketiga, Arsenal, yang mengemas 67 poin. Secara matematis, Chelsea di posisi kedua dengan 70 poin juga masih bisa dikejar.
Kapten City, Vincent Kompany, mengobarkan semangat teman-temannya untuk menggusur Arsenal supaya bisa otomatis lolos ke Liga Champions tanpa melalui play-off. ”Kami akan lolos, jadi mengapa tidak mengejar Arsenal? Kami merasa mereka (Arsenal) mungkin akan kehilangan poin,” ujar Kompany di The Guardian.
Bagi Mancini, keberhasilan memenuhi target ini merupakan awal meraih mimpi menaklukkan Eropa. ”Ketika tiba di sini, saya katakan bahwa City akan menjadi salah satu dari dua atau tiga tim terbaik di Eropa,” ujar Mancini.
”Kami berada di sini karena para pemain benar-benar ingin bermain di Liga Champions. Kami punya pemain yang berhak tampil di Liga Champions,” ujar Mancini.
Keberhasilan ini juga menjadi suntikan bagi para pemain City untuk mengalahkan Stoke City di final Piala FA, 14 Mei di Stadion Wembley. Gelar yang ditunggu selama 35 tahun oleh City.
Manajer Tottenham Harry Redknapp menilai, timnya tidak berada di bawah City kecuali dalam hal kemampuan belanja pemain. Spurs akan menghadapi musim yang sangat menantang pada musim depan untuk berjuang kembali ke Liga Champions.
”Musim ini tetap menjadi musim terbaik bagi Tottenham,” ujar Redknapp, yang sukses membawa timnya hingga babak perempat final Liga Champions.