Liga inggris

Manchester City Mengejar Mimpi Menaklukkan Eropa

Kompas.com - 12/05/2011, 05:31 WIB

manchester, rabu - Manchester City menapaki era baru dalam sejarah klub dengan memastikan kembali berkiprah di kancah Eropa pada musim depan. City mengunci tiket ke Liga Champions setelah menang 1-0 atas Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Primer di Stadion City of Manchester, Rabu (11/5) dini hari WIB.

Kemenangan City ini sungguh pahit bagi ujung tombak Spurs, Peter Crouch. Gol bunuh diri penyerang bertubuh jangkung itulah yang mewujudkan target City mengakhiri musim ini di zona Liga Champions.

Crouch salah mengantisipasi umpan silang pemain sayap City, James Millner, sehingga bola masuk ke gawang Spurs yang dijaga oleh Carlo Cudicini.

Satu tahun lebih lima hari silam, Crouch pula yang menceploskan gol, tetapi ke gawang City. Satu-satunya gol dalam laga itu memastikan Spurs mengakhiri Liga Primer musim lalu di peringkat keempat dan melakoni debut di Liga Champions.

Musim ini Crouch benar-benar tenggelam, hanya mampu mencetak empat gol untuk Spurs di liga dan kini satu gol lagi untuk City, yang membangkitkan gairah petualangan para pemain City.

”Saya bahagia karena ini target pertama kami. Saya mengucapkan selamat kepada para pemain,” ujar Manajer Manchester City Roberto Mancini.

”Saya pikir kami layak (berada) di Liga Champions karena kami berada di antara peringkat pertama dan keempat sepanjang musim,” ujar Mancini.

Keberhasilan City mengunci posisi di zona Liga Champions tak lepas dari kerja keras. Selain itu, City juga dipermudah dengan kegagalan sejumlah rival seperti Liverpool yang terpuruk di tangan Roy Hodgson dan Tottenham yang menurun setelah para pemain kunci dirundung cedera.

Kekalahan di City of Manchester juga memperpanjang nestapa Spurs, yang hanya meraih sembilan poin dari 10 pertandingan di liga.

Tottenham kini berada di peringkat keenam dengan nilai 56, dua poin di bawah peringkat kelima Liverpool. City aman di peringkat keempat dengan 65 poin. Dua sisa pertandingan tidak memungkinkan bagi Liverpool untuk menggeser City.

City justru berpeluang menggusur peringkat ketiga, Arsenal, yang mengemas 67 poin. Secara matematis, Chelsea di posisi kedua dengan 70 poin juga masih bisa dikejar.

Kapten City, Vincent Kompany, mengobarkan semangat teman-temannya untuk menggusur Arsenal supaya bisa otomatis lolos ke Liga Champions tanpa melalui play-off. ”Kami akan lolos, jadi mengapa tidak mengejar Arsenal? Kami merasa mereka (Arsenal) mungkin akan kehilangan poin,” ujar Kompany di The Guardian.

Bagi Mancini, keberhasilan memenuhi target ini merupakan awal meraih mimpi menaklukkan Eropa. ”Ketika tiba di sini, saya katakan bahwa City akan menjadi salah satu dari dua atau tiga tim terbaik di Eropa,” ujar Mancini.

”Kami berada di sini karena para pemain benar-benar ingin bermain di Liga Champions. Kami punya pemain yang berhak tampil di Liga Champions,” ujar Mancini.

Keberhasilan ini juga menjadi suntikan bagi para pemain City untuk mengalahkan Stoke City di final Piala FA, 14 Mei di Stadion Wembley. Gelar yang ditunggu selama 35 tahun oleh City.

Manajer Tottenham Harry Redknapp menilai, timnya tidak berada di bawah City kecuali dalam hal kemampuan belanja pemain. Spurs akan menghadapi musim yang sangat menantang pada musim depan untuk berjuang kembali ke Liga Champions.

”Musim ini tetap menjadi musim terbaik bagi Tottenham,” ujar Redknapp, yang sukses membawa timnya hingga babak perempat final Liga Champions.

(Reuters/AFP/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau