Foto Kematian Osama Ditunjukkan ke Senat

Kompas.com - 12/05/2011, 11:29 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Badan Pusat Intelijen AS, CIA, memperlihatkan kepada anggota parlen AS foto-foto kematian pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, yang Presiden Barack Obama katakan terlalu mengerikan untuk dirilis ke publik.

Senator James Inhoffe, anggota Partai Republik dari Oklahoma, mengatakan, ia ditunjukkan 15 foto Osama setelah ia tewas dalam serangan komando AS pada tanggal 2 Mei lalu. Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Inhoffe sepakat bahwa foto-foto yang diambil langsung di kompleks perumahan di Pakistan segera setelah Osama tewas memang "cukup mengerikan". "Salah satu tembakan tembus melalui telinga dan rongga mata. Atau peluru itu masuk melalui rongga mata dan keluar - lalu meledak," katanya.

Tiga foto diambil setelah mayat Osama dipindahkan dari kompleks tempat tinggalnya dan diterbangkan ke kapal induk AS di Laut Arab, kata Inhoffe. Foto-foto memperlihatkan mayat pemimpin Al-Qaeda itu dibersihkan dan dipersiapkan untuk upacara pemakaman menurut hukum Islam, dan kemudian ditenggelamkan di laut, katanya.

"Mereka telah membersihkan cukup banyak darah dan berbagai material dari wajahnya sehingga lebih mudah untuk mengidentifikasi siapa orang itu," kata Inhoffe. "Kemudian tentu saja penguburan di laut itu."

Inhoffe mengatakan, ia tidak ragu bahwa orang itu adalah Osama. "Tentu saja, tidak ada keraguan tentang hal itu. Saya telah melihat foto-foto itu. Dia (Osama) sudah pergi. Dia tinggal sejarah," katanya.

Dalam memutuskan untuk tidak mempublikasikan foto-foto itu, Gedung Putih menyatakan takut bahwa foto-foto itu akan mengobarkan sentimen anti AS di Timur Tengah dan digunakan sebagai alat propaganda untuk melawan AS. Namun Inhoffe, yang menyarankan foto-foto sebaiknya dipublikasikan, mengatakan, ia masih yakin bahwa foto-foto yang diambil di atas kapal USS Carl Vinson sebaiknya dipublikasikan.

Selain Inhoffe, anggota senior Partai Republik di Komite Angkatan Bersenjata Senat, foto-foto itu juga akan ditunjukkan kepada sejumlah anggota senat yang lain. Namun John McCain, senator Partai Republik, mengatakan kepada seorang wartawan bahwa ia tidak berencana untuk melihat foto-foto itu. "Saya sudah cukup banyak melihat orang mati dalam hidup saya," kata McCain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau