Kebutuhan irigasi

Bendungan Rusak, 909 Ha Lahan Terancam

Kompas.com - 12/05/2011, 12:43 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sedikitnya 909 hektar lahan pertanian di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta terancam kekeringan karena tidak teraliri air dari sarana irigasi. Dari total 92 bendungan yang rusak karena terjangan banjir lahar dingin, hingga kini masih ada 41 bendungan yang belum berfungsi.

Arif Pramana, Kabid Irigasi SDAEM Sleman mengatakan 92 bendungan yang rusak tersebut berada di empat alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Masing-masing Sungai Opak, Sungai Kuning, Sungai Boyong dan Sungai Krasak.

"Untuk sementara terpaksa para petani ini mengandalkan air hujan untuk mengairi tanaman mereka. Kita belum bisa melakukan banyak hal, selain karena banjir masih sering terjadi, saat ini juga masih dalam masa tanggap darurat. Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi masih menunggu Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB," kata Arif di Sleman Kamis (12/5/2011).

Lebih lanjut Arif mengatakan, selain mengandalkan air hujan, para petani juga bisa memanfaatkan pompa air portable milik Dinas SDAEM Sleman. Ada 31 unit pompa air yang bisa dipinjam oleh kelompok-kelompok tani yang membutuhkan.

"31 unit pompa air itu milik dinas SDAEM. Sementara dinas Pertanian juga memiliki pompa air yang juga bisa dipinjam. Satu pompa air dapat mengairi hingga 2 ha lahan per harinya. Jadi dengan pengaturan yang baik, saya kira kemungkinan kekeringan dapat diminimalisir," imbuh Arif.

Selain menyediakan pompa air menurut Arif, Dinas SDAEM Sleman juga menyediakan 1.000 bronjong darurat dan 50.000 kantung plastik yang juga bisa dimanfaatkan oleh warga masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau