KOMPAS.com — Menjadikan ponsel merek lokal melalui proses OEM menjadi tantangan tersendiri untuk bisa diterima konsumen di dalam negeri. Persoalannya, merek memang menjadi pertimbangan ketika orang memilih ponsel sebelum memilih lainnya, seperti fitur dan sebagainya.
Ketika pemain ponsel merek lokal memutuskan untuk memindahkan pabrik manufaktur ponsel ke Bandung, Jawa Barat, banyak harapan yang ingin dikemukakan. Banyak peluang diharapkan dalam membangun sebuah ekosistem usaha manufaktur berbasis kemampuan anak bangsa.
Sebagai produk manufaktur, ponsel seperti IMO B9800 sekilas menampilkan produk Blackberry Torch buatan RIM asal Kanada. Ponsel cerdas merek lokal ini masih diproduksi di China, memiliki dual SIM card, bisa menayangkan siaran TV, dan memiliki aplikasi jejaring digital sosial, mulai Facebook, Yahoo Messenger, hingga Twitter.
Presiden Direktur PT INTI Irfan Setiaputra dalam pembicaraan dengan Kompas menjelaskan, melalui kerja sama dan merakit ponsel IMO di Indonesia, kegiatan itu diharapkan mampu merambah upaya membangun industri elektronik dengan ponsel sebagai gerbangnya.
Sebagai perusahaan BUMN, PT INTI memang bertugas masuk ke sektor-sektor yang tidak mau dikembangkan pihak swasta karena berbagai pertimbangan, khususnya investasi.
"Kami ingin mulai merambah dengan memanufaktur ponsel merek IMO, dengan berbagai tujuan, termasuk sensing (merasakan) dalam industri ini yang notabene sebuah replikasi, tetapi secara bersamaan mengerti keseluruhan industri dan pasaran yang memiliki konsumen besar karena semua orang butuh ponsel," kata Irfan.
Ponsel, seperti industri elektronika lainnya, adalah persoalan mata rantai suplai berbagai komponen. Irfan berharap melalui proses manufaktur ponsel merek IMO atau merek apa pun, sebuah ekosistem dibangun untuk mulai secara bertahap melakukan substitusi komponen yang awalnya harus diimpor dari berbagai tempat.
"PT INTI mempunyai kualifikasi manufaktur yang tidak berfungsi maksimal. Dengan merakit ponsel IMO, akan terjadi peningkatan penjualan, komponen harga bisa ditekan, dan lingkup pengaruh pemerintah mampu mendorong kebutuhan ponsel buatan sendiri," ujarnya.
Ketika IMO sebagai merek ponsel lokal hadir mulai empat tahun lalu, tidak ada yang mengira kalau berbagai ponsel merek lokal dengan harga yang terjangkau berkembang sangat pesat dan terjadi lonjakan yang signifikan.
Ketika ekosistem industri ponsel dipindahkan dari habitatnya di China, seharusnya hal itu juga menimbulkan lonjakan lain. Misalnya, menciptakan ponsel empat rongga SIM card yang lebih maju daripada IMO B9800 yang dengan dua SIM card. (RLP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang