Stres, Penyebab Utama Kerontokan Rambut Perempuan

Kompas.com - 12/05/2011, 17:05 WIB

KOMPAS.com — Masalah kerontokan rambut pada perempuan lebih banyak disebabkan oleh stres. Sumber stres pada perempuan berasal dari tekanan pada pekerjaan, masalah uang, dan depresi.

Produk suplemen rambut rontok, Viviscal, merilis hasil riset mengenai kerontokan rambut pada perempuan. Hasilnya, 48 persen perempuan mengaku mengalami masalah rambut rontok. Penyebabnya, 53 persen responden menjawab stres sebagai sumber utama masalah kerontokan rambut. Sisanya, rambut rontok disebabkan oleh faktor usia, kehamilan dan persalinan, pengaruh diet, serta akibat penataan rambut.

Masih menurut survei yang sama, sumber stres pada perempuan berasal dari pekerjaan (39 persen), kekhawatiran soal uang (35 persen), dan depresi (34 persen).  

Spesialis rambut dan kulit kepala atau disebut trichologist, Trisha Buller, menjelaskan pengaruh stres terhadap kerontokan rambut.

"Stres bisa dialami siapa saja dan berkaitan dengan situasi traumatis yang dialami setiap hari. Ketika seseorang mengalami stres, tak disadari tekanan dalam diri tersebut memengaruhi rambut. Sifat mudah tersinggung dan perasaan tak bergairah membuat sistem imun dalam tubuh melemah. Kondisi ini menyebabkan rambut rapuh dan tak bertumbuh sehingga pada akhirnya rontok," ungkap Buller.

Stres, lanjut Buller, juga membuat tubuh melepaskan zat kimia. Zat kimia ini mengirimkan pesan ke folikel rambut, yang membuat rambut masuk dalam fase istirahat. Zat kimia yang dimunculkan dari stres ini berdampak pada siklus pertumbuhan rambut normal. "Jika stres berlangsung terus-menerus, maka ketebalan rambut lama-kelamaan menipis. Rambut mulai rontok, bahkan jumlah rambut pada area poni mulai berkurang," urai Buller.

Kerontokan rambut menjadi ancaman serius bagi perempuan. Pasalnya, rambut menunjukkan identitas perempuan. Riset yang sama mengungkapkan, 43 persen perempuan lebih banyak menghabiskan uang untuk perawatan rambut. Perempuan di Inggris membelanjakan 600 poundsterling per tahun (sekitar Rp 8,3 juta) untuk perawatan rambut. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan belanja untuk gaya hidup sehat, makanan sehat, dan keanggotaan klub kebugaran. Perempuan Inggris mengalokasikan 408 poundsterling (sekitar Rp 5,6 juta) untuk menunjang gaya hidup sehat mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau