Pendidikan kewirausahaan

Lho, Kok Takut Anaknya Berwirausaha?

Kompas.com - 12/05/2011, 18:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Minat berwirausaha di kalangan mahasiswa saat ini telah berkembang pesat. Tidak hanya karena impitan ekonomi, tetapi hobi pun bisa menjadi salah satu faktor pendukungnya.

Namun, hal itu bukan berarti tanpa hambatan. Selain faktor kegagalan yang selalu menghantui segala bentuk kegiatan wirausaha, orangtua pun terkadang menjadi salah satu hambatan dalam hal tersebut.

Manajer Umum International Development Program-ABFI Institute Perbanas Novianta Hutagalung menilai, hal itu terjadi karena pandangan keliru dari orangtua mengenai kewirausahaan selama ini. Banyak orangtua beranggapan bahwa keinginan anaknya yang berbeda itu menjadi sesuatu yang menghambat.

"Misalnya, kenapa ada seseorang anak yang 'memberontak' dan keluar dari pakem pendidikannya untuk membuat usaha sendiri, lalu dianggap orangtuanya sebagai tindakan yang salah. Padahal, mungkin saja setelah sekian lama usaha itu ternyata bisa menghasilkan sesuatu justru bisa membanggakan keluarganya sendiri," terang Novianta kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (12/5/2011).

Selain itu, orangtua saat ini juga sering beranggapan bahwa anak-anak mereka harus menjadi pegawai. Menurut Novianta, anggapan tersebut kurang tepat. Karena, ketika hal itu diterapkan pada anak yang ingin mencoba berwirausaha, justru itu akan mengubah mental anak yang hanya memanfaatkan peluang. Padahal, seharusnya mental eksploratif dan eksperimentif harus ditanamkan pada anak.

"Namun, saya akui, memang tidak mudah menhubah hal itu karena sangat berkaitan dengan atribut sukses di mata masyarakat. Atribut sukses di sini artinya, sukses itu lulus, lalu kerja menjadi pegawai. Sementara jika tidak tumbuh menjadi besar dulu, orang yang bereksperimen itu dianggap sebagai pecundang di mata masyarakat. Nah, inilah yang harus diubah dari sekarang," papar Novianta.

Lalu, bagaimana jika anak berwirausaha karena impitan ekonomi keluarganya?

"Tidak apa-apa, itu bagus. Karena, kalau seperti itu justru jadi trigger buat dia untuk membuktikan diri bisa berkembang. Nah, kalau sudah seperti ini jelas bahwa keluarga harus mendukung," kata Novianta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau