Ujian nasional sd

Listrik Padam, Nilai Bisa Jeblok

Kompas.com - 12/05/2011, 20:58 WIB

MENGGALA, KOMPAS.com — Beberapa orangtua siswa di kompleks tambak eks Dipasena di Rawajitu, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mengeluhkan pemadaman listrik saat ujian nasional sekolah dasar.

Sejak akhir pekan lalu aliran listrik ke tambak sekaligus rumah mereka diputus oleh PT Aruna Wijaya Sakti, perusahaan mitra mereka. Pemutusan aliran listrik itu berlangsung di tengah masa ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) tahun ini.

Ditemui di kompleks SDN Bumi Dipasena Jaya, Kamis (12/5/2011), sejumlah orangtua siswa mengkhawatirkan hasil ujian anak-anak mereka. "Positif, itu berpengaruh ke nilai anak," ujar Safari, orangtua siswa yang juga petambak plasma udang di Rawajitu. SDN Bumi Dipasena Jaya berada di dalam kawasan pertambakan ini.

Suratinah, Wakil Kepala SDN Bumi Dipasena Jaya, mengakui, siswa-siswanya mengeluhkan pemadaman listrik yang datangnya hanya dua hari sebelum ujian. Padahal, mereka ini tidak terbiasa hidup dengan kondisi tanpa listrik.

Namun, dia belum bisa menarik kesimpulan pengaruh dari diputusnya aliran listrik dengan hasil UASBN para siswa. Namun, setidaknya, ungkap Saman Amapede, guru di sekolah ini, dipadamkannya aliran listrik membuat kegiatan belajar teknologi komputer terhenti.

Sebelumnya Wakil Bupati Tulang Bawang Agus Mardihartono meminta PT AWS untuk menghidupkan kembali aliran listrik. Sebab, selain berdampak terhadap kegiatan budidaya udang, aliran listrik juga menghambat kegiatan sehari-hari warga di tambak eks Dipasena Citra Darmaja itu.

"Pemadaman listrik menghambat anak-anak untuk belajar pada malam hari. Kasihan mereka," ujar Agus.

Dipadamkannya aliran listrik di wilayah Bumi Dipasena ini dipicu pertikaian soal pelaksanaan kemitraan antara PT AWS dan petambak plasma.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau