City Siap Akhiri Paceklik Gelar

Kompas.com - 14/05/2011, 04:46 WIB

LONDON, JUMAT - Manchester City ingin segera mengakhiri paceklik gelar juara dalam 35 tahun terakhir saat melawan Stoke City pada final Piala FA di Stadion Wembley, Sabtu (14/5). Pelatih Roberto Mancini mengingatkan, Stoke lebih berbahaya daripada MU yang mereka singkirkan di semifinal.

Jika impian City itu terwujud, Sabtu ini bakal bisa menjadi pesta seluruh penduduk Manchester. Pendukung Manchester United (MU) juga sudah siap berpesta. Gelar juara Liga Inggris untuk klub mereka sudah di depan mata. MU hanya butuh satu poin untuk memastikan rekor juara ke-19 saat dijamu Blackburn Rovers, Sabtu ini.

Bagi City, kemenangan pada final Piala FA memiliki banyak makna. Selain menjadi trofi pertama sejak 1976, kemenangan itu menandai kebangkitan kekuatan sepak bola mereka.

Namun, yang lebih penting bagi mereka adalah gelar juara itu bakal jadi langkah awal mengubah mental klub yang paling royal berbelanja pemain sejak diambil alih konsorsium pengusaha Abu Dhabi tahun 2008.

Selasa lalu, berkat kemenangan 1-0 atas Tottenham Hotspur di Liga Inggris, Mancini memastikan peringkat keempat klasemen sementara Liga Inggris, yang juga berarti tiket lolos ke babak kualifikasi Liga Champions.

”Laga Sabtu ini bakal lebih sulit daripada saat menghadapi MU (di semifinal),” kata Mancini, seperti dikutip BBC Sport.

”Stoke adalah tim kuat dan sangat sulit. Berpikir bahwa mereka tim mudah adalah kesalahan. Jika ingin menang, kami harus tampil sangat baik dan berkonsentrasi di setiap situasi. Kami tidak boleh lengah,” ujarnya.

Tevez belum pasti

Untuk mengukir sejarah itu, City belum bisa dipastikan bakal diperkuat striker Carlos Tevez, yang belum lama pulih dari cedera hamstring. Striker Argentina itu masih akan dilihat hingga Sabtu pagi ini sebelum diputuskan masuk tim atau tidak.

Saat City menundukkan Tottenham, 1-0, Selasa lalu, Tevez tampil sebagai cadangan sejak menit ke-83. ”Kami telah membuktikan kami bisa melakukannya tanpa (Carlos) Tevez, yang sangat penting bagi kami. Edin Dzeko dan Mario Balotelli pulih (pada penampilan aslinya),” ujar Yaya Toure, gelandang City.

Mancini memastikan gelandang Gareth Barry dapat dimainkan. Satu hal yang harus diwaspadai Mancini, Stoke kini dalam kondisi bagus. Mereka merebut tiket final Piala FA setelah menggilas Bolton Wanderers, 5-0, di semifinal. Akhir pekan lalu, mereka menyikat Arsenal, 3-1, di Liga Inggris.

Bagi Pelatih Stoke Tony Pulis, duel final kali ini merupakan kesempatan balas dendam atas kenangan pahit pada final play-off Divisi II tahun 1999. Saat itu, tim Gillingham polesan dia memimpin 2-0 sebelum akhirnya kalah karena adu penalti.

David vs Goliath

”Laga melawan City mengandung banyak arti,” kata Pulis, ”Saat itu (final play-off Divisi II tahun 1999), kami tak seharusnya kalah dan sejak itu saya tak pernah kembali ke Wembley karena (kenangan pahit) tersebut.”

Pulis melukiskan, perbandingan secara finansial antara Stoke dan City seperti David versus Goliath. Perbandingan itu bisa saja juga menggambarkan permainan di lapangan. Stoke bakal menghadapi masalah, terkait dengan kondisi bek Robert Huth yang masih harus ditunggu kondisi terakhirnya karena cedera lutut. Gelandang Matthew Etherington juga diragukan untuk dimainkan. (AP/AFP/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau