Angkutan berat

Nih, Rute Alternatif Truk dan Kontainer!

Kompas.com - 14/05/2011, 16:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Akibat pemberlakuan uji coba pembatasan jam operasional dan pengalihan rute arus jalan tol bagi angkutan barang bermuatan berat dianggap berhasil oleh pemerintah, uji coba tersebut akan terus dilakukan atau diperpanjang selama sebulan ke depan. Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra dari banyak pihak.

"Uji coba pertama dinilai berhasil mengurangi kemacetan di ruas jalan tol dalam kota, maka uji coba kedua kita lakukan lagi sebulan penuh. Sebab, kalau sepenggal ruas jalan tol saja diatur, maka kecepatan kendaraan meningkat, apalagi jika ditambah tiga ruas tol lainnya diatur, maka kecepatan kendaraan akan semakin meningkat," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, di Jakarta, Jumat (13/5/2011).

Banyak masyarakat Jakarta menyambut baik kebijakan ini karena merasa diuntungkan dengan adanya pembatasan truk. Biasanya waktu mereka habis di jalan karena kemacetan yang harus mereka hadapi di beberapa ruas jalan. Kebijakan ini awalnya diberlakukan saat berlangsungnya KTT ASEAN 2011 di Jakarta, awal Mei lalu.

"Saya sangat setuju dengan pembatasan ini karena jalanannya tidak macet lagi. Dulu siang saja macet banget di sini karena banyak truk dan kontainer. Lagi pula, truk itu tidak dilarang lewat sepenuhnya, kan? Cuma rutenya saja yang dialihkan," tukas Wisnu, pengguna jalan, kepada Kompas.com, Sabtu (14/5/2011).

Namun, hal yang bertentangan ditunjukkan oleh Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta. Pihak Organda merasa kebijakan ini telah menimbulkan kerugian bagi mereka.

Awalnya, menurut pihak Organda, pendapatan pengusaha bisa mencapai Rp 1,5 juta per rit per hari. Sejak diberlakukannya kebijakan ini, pendapatan mereka hanya menjadi Rp 1,5 juta per rit dalam dua hari.

Adapun salah satu isi kebijakan tersebut adalah waktu operasional angkutan berat tersebut hanya berkisar pada pukul 05.00-22.00. Selama kisaran waktu tersebut, kendaraan berat tidak bisa melewati jalan tol Cawang-Tomang, Cikunir-Cawang, Cawang-Tanjung Priok, dan Pasar Rebo-Cawang.

Namun, pemerintah telah menyediakan jalur-jalur alternatif bagi angkutan berat yang ingin tetap beroperasi pada pukul 05.00-22.00. Berikut adalah jalur alternatif bagi kendaraan berat tersebut:

- Kendaraan dari Merak menuju Tanjung Priok bisa melalui jalan tol Jakarta-Tangerang-ruas tol JORR W1 (Kebon Jeruk-Penjaringan)-ruas tol Bandara (Pluit-Penjaringan) dan ruas tol pelabuhan-Pelabuhan Tanjung Priok.

- Rute alternatif lainnya bisa juga melalui ruas tol Jakarta-Tangerang-ruas tol Kebon Jeruk-Tomang-ruas tol Tomang-Pluit dan ruas tol pelabuhan-Pelabuhan Tanjung Priok.

- Untuk rute Tanjung Priok ke Cikunir, kendaraan bisa melalui jalan alternatif arteri Cilincing Raya-Arteri Cacing-Tol Cacing-Tol Cikunir-Tol Cikampek.

- Rute dari Bogor menuju Tanjung Priok bisa melalui jalan alternatif Tol Jagorawi-Tol Jorr East 1 Taman Mini Indonesia Indah-Tol Cikunir-Tol Cacing-arteri Cacing-arteri Cilincing Raya.

- Rute dari Bogor ke Cikunir bisa melalui jalan alternatif Tol Jagorawi-Tol Jorr East 1 TMII-Tol Cikunir-Tol Cikampek.

- Rute Cikunir-Merak dapat melalui tiga jalan alternatif. Jalan alternatif pertama yaitu tol Jakarta-Cikampek-ruas tol Cikunir-Cilincing-arteri Cakung-Cilincing-ruas tol Pelabuhan-ruas tol Bandara (Pluit-Penjaringan)-ruas tol Jorr W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk)-ruas tol Jakarta-Tangerang. Jalan alternatif kedua, tol Jakarta-Cikampek-ruas tol Cawang-Tanjung Priok (Ir Wiyoto Wiyono)-ruas tol Pelabuhan-ruas tol Bandara-ruas tol Jorr W1-ruas tol Jakarta-Tangerang. Jalan alternatif ketiganya adalah tol Jakarta-Cikampek-ruas tol Jorr East 1 utara (Hankam Raya-Cikunir)-ruas tol Jorr East1 Selatan (TMII-Hankam Raya)-ruas tol Jorr.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau