Beda Usia Beda Perawatan Kulitnya

Kompas.com - 15/05/2011, 10:44 WIB

KOMPAS.com - Kondisi kulit wajah mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Perawatan wajah juga berbeda tergantung usia, selain juga dipengaruhi masalah umum pada kulit di usia tertentu karena faktor internal maupun eksternal.

Lindungi kulit di usia 20-an
Usia 20-an adalah saat di mana kulit dalam kondisi paling bagus. Kelenjar sebum terkontrol karena hormon androgen di usia ini memang seimbang. Lapisan epidermis yang fungsinya menahan air juga sangat baik sehingga kulit terlihat kenyal.

Inilah waktu paling tepat untuk merawat kulit dan mencari produk yang paling sesuai. Perawatan kulit tepat di awal usia 20-am bermanfaat untuk mempertahankan keindahan dan kesehatan kulit di kemudian hari. Biasanya di usia ini kulit belum memiliki masalah kronis. Jadi, perawatan kulit umumnya fokus pada perlindungan kulit dari berbagai gangguan.

Nah, untuk merawat kulit di usia 20-an, gunakan jenis produk yang ringan, misalnya pembersih wajah yang lembut. Meski lembut, pastikan pembersih tersebut juga mampu mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati sekaligus melembapkan. Untuk memaksimalkan kebersihan kulit wajah, pilih toner yang berfungsi mencerahkan wajah dan menyeimbangkan kembali pH kulit.

Sementara, untuk kulit sensitif dan berminyak, pilih toner yang bisa mengobati dan menenangkan kulit teriritasi, mengatur kadar minyak, serta mencegah terjadinya kerusakan kulit. Agar kulit muda tetap terjaga, pilih produk yang mengandung kolagen dan elastin. Untuk pelembap, pilih yang berbahan dasar air dan mengandung tabir surya SPF 15 agar kulit terhindar dari efek radiasi sinar matahari.

Selain didukung produk kecantikan, jumlah kolagen dalam kulit juga bisa ditingkatkan dengan mengasup sayur dan buah. Sebaiknya tingkatkan asupan sayur dan buah yang mengandung vitamin C dan E. Makanan kaya vitamin C dan E di antaranya jeruk, jambu biji, mangga, brokoli. Pada usia ini, sebaiknya hindari melakukan peeling dengan penggunaan bahan kimia. Kalaupun ingin mencoba peeling, sebaiknya gunakan bahan alami seperti mengaplikasikan canpuran yogurt dan bubur gandum.

Waspadai penuaan dini pada usia 30-an
Penuaan dini menjadi masalah umum yang kerap terjadi pada kulit di usia 30-an. Produksi kolagen secara alami mulai menurun. Akibatnya, kulit mulai berkeriput halus dan mengendur karena tak lagi elastis.

Paparan sinar matahari menjadi penyebab utama masalah penuaan dini, di luar faktor lain seperti stres atau kebiasaan tak sehat, misalnya merokok atau mengonsumsi alkohol. Namun, di antara berbagai penyebab, sinar matahari punya kontribusi besar terhadap penuaan kulit. Sinar matahari memperburuk kondisi dermis. Di dalam lapisan dermis inilah terdapat elastin dan kolagen. Sinar matahari bisa menyebabkan serabut elastin dan kolagen rusak sehingga memicu penuaan dini.

Ciri-ciri penuaan dini antara lain, muncul kerutan di ujung mata, timbul flek hitam, dan kulit bertambah kering karena epidermis rusak, sehingga tidak bisa menahan air yang banyak menguap.

Untuk merawat kulit usia 30-an, gunakan pembersih, pelembap, dan tabir surya sebagai perawatan kulit harian. Konsumsi juga makanan yang mengandung antioksidan seperti vitamin A, B, C dan E. Vitamin ini dan berbagai antioksidan yang kuat akan membantu kulit dari serangan radikal bebas dan membantu perbaikan kulit secara alami. Dengan begitu, kulit tetap sehat dan lembap.

Ketika memilih produk perawatan kulit, sebaiknya pilih produk mengandung Polyhydroxy acid (PHAs). Kandungan PHAs dapat membantu terbentuknya sel kulit baru dan meningkatkan kelembutan kulit. Selain juga mencerahkan kulit sehingga tampak lebih muda.

Usia 30-an membutuhkan perawatan ekstra untuk kulit. Di antaranya melakukan perawatan mikrodermabrasi di klinik kecantikan. Mikrodermabrasi merupakan tindakan abrasi atau pengelupasan kulit menggunakan alat khusus dengan bahan utama kristal halus atau bubuk organik. Selain melakukan tindakan abrasi di klinik, Anda juga bisa melakukannya di rumah dengan menggunakan krim khusus. Perawatan ini bertujuan menghilangkan racun dan sel-sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit.

(Majalah Sekar/Ira Nursita)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau