Ujian nasional

Konvoi dan Corat-coret Warnai Bali Hari Ini

Kompas.com - 16/05/2011, 16:06 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Meski sudah diperingatkan oleh pihak sekolah untuk tidak mencorat-coret pakaian dalam merayakan kelulusan, ratusan siswa di berbagai sekolah di Bali tetap saja bandel dan memenuhi pakaian mereka dengan cat serta spidol.

Tak hanya corat coret, siswa juga melakukan konvoi keliling kota untuk meluapkan kegembiraan mereka setelah mampu menyelesaikan pendidikan menengah atas. Seperti pantauan Kompas.com, Senin (16/5/2011) di jalan-jalan protokol di antaranya Renon dan sekitar lapangan Puputan. 

Tampak iring-iringan siswa dengan seragam penuh coretan mengular dan memadati badan jalan. "Di sekolah gak bisa corat-coret, makanya kita rayakan di luar," kata Bagus Dharma salah seorang peserta konvoi.

Sayangnya, aksi konvoi ini tak dilakukan secara tertib. Sebagian dari mereka tidak mengenakan helm dan membonceng terbalik untuk memfoto rekannya. Namun, polisi yang berjaga di setiap perempatan tak peduli, dan tetap membiarkan mereka beraksi ugal-ugalan di jalan.

Dalam Ujian Nasional tahun ini, Bali merupakan Provinsi dengan angka ketidaklulusan terkecil. Dari 42.572 siswa yang mengikuti UN, hanya 20 siswa yang dinyatakan tidak lulus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau