Kejahatan

Dakwaan Pelecehan Seksual untuk Strauss-Kahn

Kompas.com - 17/05/2011, 01:29 WIB

KOMPAS.com — Wajah Dominique Strauss-Kahn terlihat lelah. Mengenakan setelan jas warna gelap, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (Direktur Pelaksana IMF) ini mengikuti persidangan awal di New York.

Sebagaimana warta AP dan AFP pada Senin (16/5/2011), Strauss-Kahn mendapat tiga dakwaan yang tak jauh dari perilakunya mengatur hasrat seksualnya. Ketiga dakwaan itu adalah percobaan perkosaan, mengurung seseorang secara melawan hukum, dan melakukan kejahatan seksual terhadap karyawati sebuah hotel di New York.

Kendati begitu, Strauss-Kahn yang berencana menantang petahana Presiden Perancis Nicolas Sarkozy pada pemilihan umum 2012 itu memilih menyangkal dakwaan.

Strauss-Kahn menjalani tes forensik pada Minggu (15/5/2011). Kepolisian New York sedang mencari tanda-tanda cakaran atau bukti lain yang bisa mendukung tuduhan serangan seksual terhadap pegawai Hotel Sofitel, New York, tersebut.

Meraba

Rupanya, tindakan tak pantas tersebut pernah juga terjadi pada 2002. Korbannya adalah Tristane Banon. Perempuan berusia 31 tahun itu mengaku juga mengalami pelecehan seksual oleh Strauss-Kahn.

Kala itu, menurut pengakuan Banon, dia berprofesi sebagai jurnalis. Banon mendapat tugas mewawancarai Strauss-Kahn untuk sebuah artikel di media massa. Saat wawancara itulah, Strauss-Kahn meraba bagian tubuh Banon. "Kami berencana untuk membuat pengaduan. Saya sedang bekerja sama dengannya," kata pengacara Banon, David Koubbi.

Menurut kesaksian Banon, Strauss-Kahn hanya mau diwawancarai kalau Banon memegang tangan pria itu. Namun, bak kucing mendapat ikan asin, Strauss-Kahn makin gencar meraba Banon. "Saya akhirnya harus menangkis tangannya," kata Banon.

Sayangnya, Anne Mansouret, ibu kandung Banon, berpendapat lain. "Saya hanya mau mengatakan bahwa satu-satunya alasan mengapa anak saya tidak melaporkan (Strauss-Kahn) adalah karena saya meyakinkan dia agar tidak mengadu karena saya pikir (waktu itu) hal tersebut lebih baik baginya," kata Mansouret kepada televisi pemerintah Perancis. 

Usut punya usut, Mansouret adalah kawan satu partai politik Strauss-Kahn di Partai Sosialis kiri-tengah. Bahkan, Strauss-Kahn adalah pemimpin partai politik itu. Kini, Mansouret menyatakan bahwa ia kini menyesal telah memberikan nasihat itu kepada anaknya.

Sejatinya, Tristane Banon pernah mengeluarkan tudingan itu dalam sebuah acara diskusi di televisi pada 2007. Akan tetapi, nama Strauss-Kahn disensor ketika ditayangkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau