More Indonesian Migrant Workers Repatriated from Libya

Kompas.com - 17/05/2011, 12:12 WIB

LONDON, KOMPAS.com - The Indonesian embassy in Tunis repatriated seven other migrant workers (TKWs) from Libya amidst the chaos there. Besides the seven Indonesian migrant workers, the Indonesian embassy in the Tunisian capital also repatriated another TKW Nani Suryani BT Aman Med (24) of Subang who works at the house of a hotelier in the resort city of Hammamet, embassy staff member M. Yazid said.

The eight TKWs were seen off by Embassy Councellor Sam Elihar Marentek, First Secretary Boy Dharmawan, Second Secretary Cut Dinawati Hidayat, BPKRT Mikin Sentono and Communication Officer Helmi Helwani at an embassy meeting in Tunis. Four of the 7 TKWs arrived in Tunis on May 7, and 3 others on May 10, while another one also from Tunisia entered the embassy on May 11.

The seven TKWs were Susi Rusmiati Ubad (28) and Latipah BT Endah Bahria (42) from Cianjur, Siti Fatimah BT Rahdi Rahmat (31) from Malang, Masiyah BT Rada Tolib (33) from Brebes, Tuti BT Namin Nian (31) from Bekasi and Eva Lusia BT Tajudin Asmadi (25) and Sariah BT Karsilah Sarah (26) from Indramayu.

While being employed in Libya and Tunisia, they had no shortcomings, and were even regarded as members of the families of their employers. This was experienced by Nani Suryani who worked for a hotelier in Hammamet.

Her employer and all members of her family had tears in their eyes when saying goodbye to her. Many of her counterparts also had the same sentimental experience, and their employers often telephoned them asking how they were.

M. Yazid said some of the ex-employers contacted the embassy expressing their appreciation for the TKWs’good and loyal services. But Eva Lusia, a mother of a child, escaped from her employer’s house at 1 am without a single penny, except a handbag of clothes.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau