JAKARTA, KOMPAS.com — Penebangan 1.502 pohon rencananya akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. Penebangan itu terkait dengan pembangunan rute transjakarta Koridor XI Kampung Melayu-Pulo Gebang, Jakarta Timur.
Menanggapi hal tersebut, Ubaidillah selaku Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menyayangkan hal tersebut.
"Kenapa harus ditebang? Selama pohon itu tidak mengganggu, kan tidak masalah sebenarnya. Kalaupun harus diganti, jangan asal ganti pohon," ucap Ubaidillah ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (18/5/2011).
Menurut Ubaidillah, penggantian pohon-pohon yang ditebang itu harus sesuai kualitas dan kuantitasnya. Selain itu, fungsi ekologis dari pohon tersebut juga harus menjadi bahan pertimbangan bagi Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI jika memang hendak mengganti pohon yang ditebang itu.
"Biasanya hanya diganti dengan pohon palem karena praktis dan mudah. Padahal, secara fungsinya, jauh berbeda dengan pohon yang ditebang itu," ungkap Ubaidillah.
Dia juga meminta kepada pihak yang terkait dengan pembangunan Koridor XI ini untuk melihat kembali analisis dampak lingkungan (amdal) yang telah dibuat. Pengimplementasian amdal itu harus tepat sehingga pembangunan demi kemajuan kota tidak perlu mengorbankan lingkungan.
Seperti diberitakan, pembangunan Koridor XI diperkirakan akan mengorbankan 1.502 pohon yang berada di Jalan Raya Bekasi, Jalan I Gusti Ngurah Rai, dan Jalan Sentra Primer, Jakarta Timur. Pohon-pohon itu akan direlokasi ke tempat lain dan dijadwalkan dimulai akhir Mei ini.
Berikut ini jenis pohon yang akan ditebang, antara lain, dadap, beringin, glodokan tiang, glodokan lokal, tabebuia, flamboyan, sisigium, tanjung, asem kranji, bungur, mahoni, dan jati emas. Diameter pohon-pohon tersebut 20-40 sentimeter dengan ketinggian 15-20 meter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang