Koridor xi busway

Walhi Sayangkan Penebangan 1.502 Pohon

Kompas.com - 18/05/2011, 14:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penebangan 1.502 pohon rencananya akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. Penebangan itu terkait dengan pembangunan rute transjakarta Koridor XI Kampung Melayu-Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Menanggapi hal tersebut, Ubaidillah selaku Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menyayangkan hal tersebut.

"Kenapa harus ditebang? Selama pohon itu tidak mengganggu, kan tidak masalah sebenarnya. Kalaupun harus diganti, jangan asal ganti pohon," ucap Ubaidillah ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (18/5/2011).

Menurut Ubaidillah, penggantian pohon-pohon yang ditebang itu harus sesuai kualitas dan kuantitasnya. Selain itu, fungsi ekologis dari pohon tersebut juga harus menjadi bahan pertimbangan bagi Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI jika memang hendak mengganti pohon yang ditebang itu.

"Biasanya hanya diganti dengan pohon palem karena praktis dan mudah. Padahal, secara fungsinya, jauh berbeda dengan pohon yang ditebang itu," ungkap Ubaidillah.

Dia juga meminta kepada pihak yang terkait dengan pembangunan Koridor XI ini untuk melihat kembali analisis dampak lingkungan (amdal) yang telah dibuat. Pengimplementasian amdal itu harus tepat sehingga pembangunan demi kemajuan kota tidak perlu mengorbankan lingkungan.

Seperti diberitakan, pembangunan Koridor XI diperkirakan akan mengorbankan 1.502 pohon yang berada di Jalan Raya Bekasi, Jalan I Gusti Ngurah Rai, dan Jalan Sentra Primer, Jakarta Timur. Pohon-pohon itu akan direlokasi ke tempat lain dan dijadwalkan dimulai akhir Mei ini.

Berikut ini jenis pohon yang akan ditebang, antara lain, dadap, beringin, glodokan tiang, glodokan lokal, tabebuia, flamboyan, sisigium, tanjung, asem kranji, bungur, mahoni, dan jati emas. Diameter pohon-pohon tersebut 20-40 sentimeter dengan ketinggian 15-20 meter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau