Cegah Kanker dengan Minum Kopi

Kompas.com - 18/05/2011, 16:22 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Ini adalah kabar baik bagi mereka yang gemar meminum kopi. Hasil penelitian terbaru di Amerika Serikat menunjukkan, peminum kopi, khususnya pria, memiliki risiko lebih rendah mengidap jenis kanker prostat yang mematikan.

Riset selama kurun waktu 20 tahun (1986-2006) yang melibatkan hampir 50.000 pria mengungkapkan, mereka yang minum sedikitnya enam cangkir kopi setiap hari tercatat berisiko 20 persen lebih rendah mengidap kanker prostat ketimbang mereka yang tak pernah menenggak kopi.  Selain itu, para penggemar kopi juga berisiko 60 persen lebih kecil mengalami kematian akibat penyakit tersebut dibanding  yang tak peminum kopi.

'"Mereka yang paling banyak minum kopi risikonya 20 persen lebih rendah mengidap kanker prostat selama masa pemantauan. Risiko 20 persen lebih rendah ini ditemukan pada mereka yang minum enam cangkir atau lebih dibandingkan mereka yang tak minum kopi,"  kata Lorelei Mucci, ScD, MPH, peneliti dan associate professor bidang epidemiologi dari Harvard School of Public Health.

Masih menurut riset tersebut, mereka yang gemar kopi tetapi membatasi kadar kafeinnya juga tetap memperoleh manfaatnya karena kopi jenis decaf juga sama efektifnya dalam mencegah kanker prostat. 

Temuan ini, menurut para ahli, berdampak signifikan mengingat kanker prostat adalah penyakit yang kerap menghantui kaum Adam. Setiap tahun diperkirakan sekitar 37.000  kasus baru kanker prostat dan menyebabkan setidaknya 10.000 kematian.

Walau begitu, para peneliti dari Harvard menganjurkan, mereka yang selama ini enggan meminum kopi tidak perlu mengubah kebiasaannya karena adanya riset ini.

Dalam studinya, yang dipublikasikan Journal of the National Cancer Institute, tim peneliti membandingkan asupan kopi relawan pria, baik jenis kopi biasa maupun decaf. Para relawan juga diwawancarai mengenai asupan diet mereka setiap empat tahun berdasarkan rekam medis.

Tercatat hampir dua pertiga atau sekitar 66 persen relawan meminum kopi sekurangnya secangkir sehari dan 5 persen lainnya minum setidaknya enam cangkir atau lebih setiap hari. Dari total 47.911 relawan yang dilibatkan, 5.035 di antaranya mengidap kanker prostat, dengan  642 pria mengidap tumor mematikan.

Peneliti mencatat, konsumsi kopi dalam jumlah yang sedikit–satu hingga tiga cangkir per hari–juga dapat menekan risiko mengidap kanker prostat mematikan hingga 30 persen. Jumlah asupan yang lebih besar memberikan efek yang lebih besar.

Yang lebih penting,  kata peneliti, hubungan ini tidak bisa diartikan bahwa peminum kopi memiliki gaya hidup yang lebih sehat.  Faktanya, mereka juga  cenderung merokok dan kurang berolahraga. Kafein selama ini juga dikenal memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, termasuk mengurangi risiko asma, Alzheimer, dan multiple sclerosis.

Akan tetapi, pada kasus ini, para ahli percaya bahwa ada zat kimia lainnya dalam kopi yang memberikan manfaat bagi pencegahan kanker prostat. Mereka memperkirakan, zat sejenis antioksidan dapat menekan risiko kanker dan mencegah tumbuhnya tumor mematikan dengan meredam kadar sejumlah hormon seksual, mengatur kadar gula darah, dan mecegah inflamasi atau peradangan.

"Hubungan antara kopi dan rendahnya risiko kanker prostat tahap lanjut secara biologis dapat diterima," klaim peneliti.

Sementara itu, Mark Kawachi, MD, Direktur Prostate Cancer Center  di City of Hope Comprehensive Cancer Center, Duarte, California, berpendapat bahwa kopi merupakan minuman yang sangat kompleks. "Di dalamnya ada begitu banyak zat kimia, baik yang sudah maupun yang belum diketahui," ujarnya.

Untuk itu, hasil riset ini harus dibuktikan dan divalidasi oleh penelitian lanjutan yang juga bersifat independen. Pasalnya, riset ini hanya membuktikan hubungan antara konsumsi kopi dan rendahnya risiko kanker prostat mematikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau