Kemasan plastik

Kampanye Kemasan Ramah Lingkungan

Kompas.com - 18/05/2011, 19:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga saat ini sebanyak 40 retailer di Jakarta telah menggunakan kantong plastik dan kemasan plastik ramah lingkungan. Kampanye penggunaan kemasan plastik yang mudah terurai di alam tersebut telah digalakkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2010.

"Dalam tahun 2011 ini ditargetkan penambahan 40 retailer lagi yang mau menggunakan kemasan plastik ramah lingkungan," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna, Rabu (18/5/2011) di Jakarta.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan setiap produsen mencantumkan label yang berhubungan dengan pengurangan dan penanganan sampah pada kemasan produknya serta berkewajiban mengelola kemasan dan atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam.

Penyelenggaran kampanye ini berhubungan dengan volume penggunaan plastik yang tidak ramah lingkungan dan tidak mudah hancur masih sangat tinggi. Plastik tak ramah lingkungan membutuhkan waktu 1.000 hingga 5.000 tahun untuk terurai di dalam tanah. Sementara plastik ramah lingkungan hanya membutuhkan waktu dua tahun.

Bersama Indonesia Solid Waste Association (Inswa), Pemprov DKI Jakarta tidak hanya melakukan kampanye publik terus-menerus, tetapi juga memberi penghargaan kepada perusahaan ritel ataupun produsen yang telah menggunakan plastik ramah lingkungan. Penghargaan tersebut diberikan setiap perayaan hari ulang tahun (HUT) DKI Jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni.

"Juni tahun ini, saat perayaan HUT DKI Jakarta, akan ada pemberian penghargaan kepada retailer, seperti supermarket, minimarket, dan hipermarket, yang sudah memakai plastik ramah lingkungan," kata Eko.

Pendiri Greeneration Indonesia (ID) Junerosano mengemukakan, perang terhadap kantong plastik yang tidak ramah lingkungan cukup berat, terutama di sektor rumah tangga. Berdasarkan data penelitiannya, setiap orang membuang 700 kantong plastik per tahun. Atau, dalam sehari minimal satu hingga lima kantong plastik yang dikonsumsi.

Saat ini, banyak retailer yang telah menggunakan plastik biodegradable atau tas daur ulang keluaran Greeneration Indonesia. "Itu sebabnya Greeneration tanpa kenal lelah melakukan kampanye kepada publik agar mau melupakan kantong plastik. Saat ini kami terus melakukan Kampanye Diet Kantong Plastik," kata Junerosano.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau