Jakarta, Kompas -
Absennya Liliyana membuat peluang Indonesia menjuarai grup B semakin berat. Pasalnya, Indonesia harus bisa mengalahkan Rusia dan Malaysia.
Melawan Rusia, di atas kertas Indonesia masih tetap bisa unggul. Namun, menghadapi Ma-
Malaysia cukup kuat di tunggal putra dan ganda putra. Pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei, dan pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong di atas kertas lebih kuat dibanding pemain Indonesia.
Harapan Indonesia memetik poin dari Malaysia ada pada tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Namun, dengan absennya Liliyana Natsir, kekuatan kini lebih berimbang.
”Sikut kanan Liliyana cedera cukup parah sehingga tidak bisa dipaksakan tampil. Dia lebih baik tidak diberangkatkan untuk pemulihan cederanya,” kata pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, Rabu (18/5) di Jakarta.
Dengan absennya Liliyana, pasangannya, Tontowi Ahmad, akan diduetkan dengan Debby Susanto. ”Secara kualitas Debby memang masih kalah dari Liliyana. Akan tetapi, dia sudah menunjukkan peningkatan permainan yang signifikan,” kata Richard.
Sementara itu, Taufik Hidayat mengungkapkan pembatalan dirinya tampil di Piala Sudirman karena ingin memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda. Taufik mengatakan, inilah saat yang paling tepat untuk mengawali proses regenerasi tersebut.
”Setelah lebih dari satu dekade membela Indonesia dalam ajang Piala Sudirman, saya anggap saat ini sebagai momentum yang tepat untuk memberikan kesempatan bagi atlet bulu tangkis muda Indonesia dalam melanjutkan usaha mengharumkan nama bangsa di ajang turnamen internasional,” katanya.
Dari turnamen Djarum Sirkuit Nasional Jakarta, untuk kategori tunggal dewasa putra, unggulan pertama dari klub PB Djarum Andre Kurniawan Tedjono belum terbendung dan melaju ke babak keempat dengan mengalahkan pemain pelatnas Shesar Hiren 21-16, 16-21, 21-16.
Selanjutnya, Andre akan ditantang pemain Bank Sumsel Babel Achmad Rivai. Sementara Evert Sukamta akan bertemu rekan di pelatnas, Febriyan Irvanaldy.