NEW YORK, KOMPAS.com — Saham Amerika Serikat menguat pada Rabu (18/5/2011) waktu setempat, didukung lonjakan harga komoditas dan laba pembuat komputer Dell yang lebih baik dari perkiraan.
Dow Jones Industrial Average ditutup 80,60 poin (0,65 persen) lebih tinggi di 12.560,18 poin. Indeks S&P 500 naik 11,70 poin (0,88 persen) menjadi 1.340,68, sementara indeks komposit saham teknologi Nasdaq melompat 31,79 poin (1,14 persen) menjadi 2.815,00 poin.
"Setelah tiga hari berturut-turut turun untuk Dow, indeks pasar utama tampak berbalik naik dan bertekad mendapatkan kembali beberapa penurunannya hari ini," kata Elizabeth Harrow di Schaeffer’s Investment Research.
Pasar saham mengabaikan risalah pertemuan penentuan kebijakan Federal Reserve 26-27 April, yang menunjukkan secara umum peserta melihat kenaikan inflasi baru-baru ini sebagai "sementara".
Risalah juga mengungkapkan perdebatan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tentang kebijakan masa depan bank sentral setelah berakhirnya program pembelian obligasi 600 miliar dollar AS pada Juni sesuai dengan yang direncanakan. "Hal utama yang bisa diambil di sini adalah bahwa FOMC telah mengakui bahwa pihaknya telah memulai diskusi nyata tentang bagaimana secara bertahap mengurangi langkah pelonggaran kuantitatif," kata Jon Ogg dari 24/7WallSt.com.
Sebuah gelombang risk appetite mendorong harga komoditas lebih tinggi, dengan minyak mentah New York melompat 3,3 persen menjadi 100,10 dollar AS per barrel. Komponen Dow, ExxonMobil, yang terbesar dari blue chip, melonjak 1,8 persen menjadi 81,84 dollar AS karena minyak mentah naik lebih dari 3 dollar AS per barrel di New York. Chevron, juga komponen Dow, melonjak 2,4 persen menjadi 102,86 dollar AS.
Membalas proyeksi suram Hewlett-Packard sehari sebelumnya, raksasa komputer Dell mengalahkan ekspektasi dengan laba kuartal pertama naik hampir tiga kali lipat dari setahun lalu menjadi 945 juta dollar AS. Saham Dell melonjak 5,3 persen menjadi 16,75 dolar AS.
Target membawa berita beragam. Pendiskon besar itu mengalahkan ekspektasi dengan kenaikan laba bersih 2,7 persen pada kuartal pertama, dibantu oleh menguatnya kembali bisnis kartu kredit.
Namun, kepala eksekutif Gregg Steinhafel mengatakan bahwa penjualan ritel telah lebih lemah dari yang diperkirakan. "Pengunjung kami tetap berhati-hati dalam pengeluaran mereka," katanya. Saham Target turun 1,6 persen menjadi 49,96 dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang