Keluarga Khadafy Tak Ada di Tunisia

Kompas.com - 19/05/2011, 08:31 WIB

KAIRO, KOMPAS.com — Kementerian Dalam Negeri Tunisia, Rabu (18/5/2011), membantah laporan bahwa istri dan putri pemimpin Libya, Moamar Khadafy, telah memasuki Tunisia beberapa hari sebelumnya. Beberapa stasiun televisi pan-Arab, seperti Al Jazeera dan Al Arabiya, melaporkan, juru bicara kementerian itu membantah laporan anggota keluarga Khadafy telah berada di Tunisia.

Satu sumber keamanan Tunisia mengatakan kepada Reuters, Rabu, bahwa istri Khadafy, Safia, dan putrinya, Aisha, telah memasuki Tunisia bersama satu rombongan warga Libya. Menurut harian Inggris, The Telegraph, mereka kemarin berada di sebuah pusat pengungsian di Pulau Djerba.

Kepergian mereka, jika benar, akan menjadi pukulan besar bagi rezim Kolonel Khadafy yang tengah diperangi rakyatnya itu. Pada Selasa, rezim itu diguncang pembelotan seorang menteri kuncinya di bidang perminyakan, Shukri Ghanem. Puluhan pejabat tinggi Libya, termasuk para menteri dan duta besar, telah meninggalkan negara itu atau rezim itu sejak pemberontakan rakyat dimulai, termasuk Menteri Dalam Negeri Abdel-Fatah Younes al-Obeidi, mantan menteri luar negeri, dan seorang mantan duta besar untuk PBB yang pernah bekerja erat dengan Kolonel Khadafy selama puluhan tahun, Ali Abdussalam el-Treki, serta mantan Menteri Kehakiman Mustafa Abdul-Jalil yang kini justru menjadi ketua Dewan Nasional Transisi bagi oposisi.

Media-media Arab, Selasa, menyatakan bahwa putra tertua Khadafy, Muhammad Muammar Khadafy, juga meninggalkan negara itu untuk melakukan "perawatan medis" di Tunisia, bersama dengan para pejabat lainnya, termasuk kepala badan bea cukai dan perwakilan Libya untuk Liga Arab.

Namun, Al Jazeera, yang mengutip keterangan juru bicara Pemerintah Tunisia, melaporkan, Tunisia akan menangkap setiap anggota keluarga Khadafy seandainya mereka memasuki negeri tersebut. Keluarga Khadafy telah dikenai larangan bepergian oleh PBB.

Safia merupakan istri kedua Khadafy. Ia berada bersama suaminya di sebuah rumah yang diserang oleh pesawat tempur NATO tanggal 30 April, yang menewaskan putra bungsu Khadafy, Saif al-Arab, serta tiga cucu Khadafy. Safia berasal dari Benghazi, pusat pemberontakan rakyat Libya selama tiga bulan terakhir. Dalam bocoran kawat-kawat diplomatik rahasia AS, Safia digambarkan kadang-kadang "suka membantah" suaminya. Sementara putrinya, Aisha (35) digambarkan dalam kawat-kawat itu sebagai penengah dalam sengketa keluarga. Dia menjalankan organisasi amal di Tripoli dan diangkat sebagai duta besar PBB tahun 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau