Jangan Asal Merawat Rambut

Kompas.com - 19/05/2011, 10:35 WIB

KOMPAS.com - Rambut indah dan terawat bisa didapatkan siapa saja. Syaratnya, jangan asal merawat rambut. Selain memilih produk yang tepat, cara penggunaan produk juga memengaruhi kesehatan rambut dan kulit kepala.

Michael Zimbalist, spesialis rambut, menjelaskan cara menggunakan sampo, kondisioner, wax atau gel, hingga hair spray memengaruhi kondisi rambut dan kulit kepala. Mereka yang sering mewarnai rambut juga perlu melakukan perawatan yang benar. Jika tidak, bersiaplah dengan risiko rambut kering dan bercabang.

Memijat dengan ujung jari bukan kuku
Ketika menggunakan sampo sebaiknya tidak digaruk karena akan merusak kulit kepala, kata Michael.

"Lakukan pijat perlahan dengan satu arah, bukan diputar-putar. Lalu pijat dengan ujung jari, bukan kuku," ungkap Michael saat temu media bersama Clear di Social House, Grand Indonesia, Jakarta beberapa waktu lalu.

Kondisioner, wax atau gel hanya untuk batang rambut
Michael juga menegaskan bahwa pemakaian kondisioner dan wax atau gel adalah untuk batang rambut, bukan untuk kulit kepala.

"Kondisioner itu untuk batang rambut, maka penggunaannya cukup diberikan di ujung rambut saja, jangan sampai kena kulit kepala. Lakukan hal yang sama saat menggunakan wax atau gel. Meratakan gel dan wax di kulit kepala hanya akan menyebabkan kulit kepala menjadi gatal, dan ketika digaruk akan bersisik, yang kita sebut ketombe," jelasnya.

Beri jarak saat pakai hair spray
Ia menambahkan, penggunaan hair spray juga harus diperhatikan jaraknya. Tujuannya agar kulit kepala tidak ikut tersemprot kandungan hair spray. Kesalahan penggunaan hair spray inilah yang menyebabkan masalah pada kulit kepala, ketombe salah satunya.

Teliti dengan zat kimia perawatan rambut
Menggunakan bahan-bahan alami seperti minyak kemiri dan lidah buaya memang baik untuk kulit kepala. Namun, penggunaan produk perawatan kimia juga aman dan hasilnya bisa bagus, asalkan kandungan dan cara menggunakannya tepat. Nah, bagi pengguna cat rambut, obat rebonding, dan obat pengeriting, harus lebih teliti memilih produk cat, obat, serta produk perawatannya.

"Untuk rambut yang di cat, kalau perawatannya asal-asalan, warna catnya akan mudah pudar. Bagi yang menggunakan obat rebonding, kalau tidak rajin menggunakan masker rambut yang tepat, rambutnya juga akan mudah kering dan bercabang," tambah Michael.

Sebelum menggunakan cat rambut, obat rebonding, dan obat pengeriting, sebaiknya berkonsultasi dengan penata rambut atau dokter kulit kepala. Konsultasi penting agar mendapatkan produk yang kandungannya tidak merusak kulit kepala. Konsultasi juga berguna untuk mendapatkan produk perawatan yang cocok dengan kondisi kulit kepala usai pengecatan, rebonding, atau pengeritingan.

"Perhatikan bahan dasar produk perawatan rambut, apakah kandungannya berbahaya atau tidak, cocok atau tidak dengan kulit kepala kita," tandas Michael.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau