Deutsche Bank Teken MoU 1 Milliar Dollar

Kompas.com - 19/05/2011, 13:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah menunggu lama untuk menyehatkan keuangan, Deutsche Bank dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman atau MoU pinjaman sebesar 1 miliar dollar AS kepada PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) sore hari ini.

Dengan penandatanganan MoU ini maka beban utang TPPI kepada PT Pertamina, Badan Pelaksana Hulu Migas atau BP Migas, dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Presiden Direktur PT Tuban Petrochemical Industries (TPI), induk usaha TPPI, Amir Sambodo mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Kamis (19/5/2011). Menurut Amir, dari 1 miliar dollar AS dana pinjaman dari Deutsche Bank tersebut, sebanyak 600 juta dollar AS akan digunakan untuk melunasi utang, dan 400 juta dollar AS lainnya untuk modal kerja. Dana 400 juta dollar AS itu akan digunakan untuk mengimpor bahan baku utama pembuatan Middle Desillet Product (MDP), yakni kondensat.

"Saat ini, TPPI hanya mampu membeli 40 persen dari kebutuhan kondensat yang mencapai 100.000 barrel per hari. Dengan adanya modal kerja tambahan itu, TPPI dapat meningkatkan kapasitas kilangnya kembali," tutur Amir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau