Bulu tangkis

Febby dan Ana Tersingkir secara Menyakitkan

Kompas.com - 20/05/2011, 04:22 WIB

Jakarta, Kompas - Febby Angguni dan Ana Rovita gagal melaju ke babak perempat final kejuaraan bulu tangkis Djarum Sirkuit Nasional Jakarta. Dua pemain asal klub Djarum tersebut takluk dari pemain non-unggulan.

Febby, juara di Sirnas Palangkaraya, menyerah dari pemain Surya Baja Surabaya, Silvina Kurniawan, 21-16, 13-21, 14-21. Sementara unggulan kedua Ana Rovita kalah dari pemain pelatnas Hera Desi Rachmawati 20-22, 11-21.

Di babak delapan besar, Silvina kembali akan menantang pemain unggulan lainnya asal pelatnas Cipayung, Belaetrix Manuputty. Adapun Hera akan menghadapi pemain Mutiara Bandung, Hanna Ramadini.

Selain Febby dan Ana, pemain unggulan lain yang tersingkir yakni pemain pelatnas Putri Muthia Restu yang ditaklukkan rekan sesama pelatnas, Maziyyah Nahdir, 15-21 15-21.

Maziyyah selanjutnya akan menantang unggulan pertama asal klub Djarum, Fransiska Ratnasari. Mantan pemain pelatnas ini melaju ke babak delapan besar juga dengan mengalahkan pemain pelatnas Yulia Yosephine Susanto.

Pada ajang Sirnas kali ini, PBSI sengaja menurunkan hampir semua pemain mudanya untuk ajang uji coba. Menurut Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Hadi Nasri, turnamen ini untuk menambah pengalaman.

”Pasti akan ada yang kalah dan menang. Kalau ada yang kalah dari pemain non-unggulan atau pemain klub, tentu nanti akan dievaluasi kekurangan mereka seusai turnamen,” ujar Hadi.

Ganda dewasa

Di nomor ganda dewasa, unggulan pertama asal klub Djarum, Wifqi Windarto/Fernando Kurniawan, melaju ke babak ketiga dengan mengalahkan Krisna Adi/Syarif Sami 21-11, 21-16.

Pada laga berikutnya, mereka ditantang Ericson Rusdianto/Riyo Arief dari PB Jaya Raya Suryanaga. Ericson/Riyo melaju ke babak ketiga setelah unggul atas Ichsawan/Najamudin (PB Pertamina) 21-19 21-8.

Menghadapi Ericson/Riyo, Fernando mengatakan, lawannya juga memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menang. Fernando dan Wifqi pekan lalu menjadi juara di turnamen Candra Wijaya Terbuka.

”Siapa pun lawannya, kami tidak pernah menganggap enteng. Kami harus main agresif dan tidak memberi kesempatan lawan untuk mengembangkan permainan,” ujar Fernando. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau