Jakarta, Kompas -
Febby, juara di Sirnas Palangkaraya, menyerah dari pemain Surya Baja Surabaya, Silvina Kurniawan, 21-16, 13-21, 14-21. Sementara unggulan kedua Ana Rovita kalah dari pemain pelatnas Hera Desi Rachmawati 20-22, 11-21.
Di babak delapan besar, Silvina kembali akan menantang pemain unggulan lainnya asal pelatnas Cipayung, Belaetrix Manuputty. Adapun Hera akan menghadapi pemain Mutiara Bandung, Hanna Ramadini.
Selain Febby dan Ana, pemain unggulan lain yang tersingkir yakni pemain pelatnas Putri Muthia Restu yang ditaklukkan rekan sesama pelatnas, Maziyyah Nahdir, 15-21 15-21.
Maziyyah selanjutnya akan menantang unggulan pertama asal klub Djarum, Fransiska Ratnasari. Mantan pemain pelatnas ini melaju ke babak delapan besar juga dengan mengalahkan pemain pelatnas Yulia Yosephine Susanto.
Pada ajang Sirnas kali ini, PBSI sengaja menurunkan hampir semua pemain mudanya untuk ajang uji coba. Menurut Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Hadi Nasri, turnamen ini untuk menambah pengalaman.
”Pasti akan ada yang kalah dan menang. Kalau ada yang kalah dari pemain non-unggulan atau pemain klub, tentu nanti akan dievaluasi kekurangan mereka seusai turnamen,” ujar Hadi.
Di nomor ganda dewasa, unggulan pertama asal klub Djarum, Wifqi Windarto/Fernando Kurniawan, melaju ke babak ketiga dengan mengalahkan Krisna Adi/Syarif Sami 21-11, 21-16.
Pada laga berikutnya, mereka ditantang Ericson Rusdianto/Riyo Arief dari PB Jaya Raya Suryanaga. Ericson/Riyo melaju ke babak ketiga setelah unggul atas Ichsawan/Najamudin (PB Pertamina) 21-19 21-8.
Menghadapi Ericson/Riyo, Fernando mengatakan, lawannya juga memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menang. Fernando dan Wifqi pekan lalu menjadi juara di turnamen Candra Wijaya Terbuka.
”Siapa pun lawannya, kami tidak pernah menganggap enteng. Kami harus main agresif dan tidak memberi kesempatan lawan untuk mengembangkan permainan,” ujar Fernando.