Asean paralympic

Pelatnas Bisa Segera Diselenggarakan

Kompas.com - 20/05/2011, 04:24 WIB

Jakarta, Kompas - Ketua Indonesia ASEAN Paralympic Organizing Committee James Tangkudung memastikan, panitia pelaksana ASEAN Paralympic Games 2011 bisa segera menyelenggarakan pemusatan latihan bagi atlet-atlet difabel. Adapun APG 2011 yang bakal diselenggarakan pada Desember di Solo, Jawa Tengah, merupakan bagian dari penyelenggaraan SEA Games XXVI/2011 di Jakarta dan Palembang pada November.

”Saya sudah mendapat tembusan surat mengenai pendanaan pelatnas ASEAN Paralympic Games (APG) 2011 dari Pelaksana Harian Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga. Berdasarkan surat tersebut, pelatnas bagi atlet-atlet difabel yang disiapkan menghadapi SEA Games XXVI/2011 bisa segera dimulai,” ujar James Tangkudung.

James Tangkudung mengatakan, mantan Sesmenpora Wafid Muharam pernah menjadwalkan pelatnas bagi atlet-atlet difabel diselenggarakan awal April 2011. Namun, jadwal pelatnas sempat terganggu karena Wafid Muharam ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Pelatnas APG 2011 sempat tidak jelas pelaksanaannya.

”Namun, surat itu memberi kepastian, pelatnas bisa dimulai,” ujarnya.

Surat itu juga memberi kepastian mengenai pendanaan pelatnas sehingga atlet-atlet difabel dari sejumlah daerah di Indonesia yang sudah berkumpul di Solo dan berlatih secara swadaya bisa menagih biaya-biaya yang sudah dikeluarkan.

”Saya kira tidak ada masalah, seluruh dana yang sudah dikeluarkan bisa di-reimburse,” ujar James Tangkudung.

Adapun Ketua National Paralympic Committee Senny Marbun, seperti dituturkan James Tangkudung, membenarkan, pelatnas bagi atlet-atlet difabel sudah saatnya dimulai. Saat ini, sekitar 60 atlet difabel dari seluruh wilayah Indonesia sudah berkumpul di Solo.

”Sudah ada 60 atlet difabel yang berkumpul di Solo. Mereka siap mengikuti pelatnas,” ujar Senny. Pelatnas APG 2011 rencananya diikuti 300 atlet difabel dari 11 cabang olahraga ditambah 50 orang yang terdiri dari pelatih, manajer, dan pengurus.

Mulai 1 Juni

Menurut Kepala Bidang Operasional Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas Surya Dharma, pelatnas APG 2011 secara administrasi dimulai 1 Juni. Pelatnas dimulai 1 Juni karena anggaran yang tersedia hanya untuk enam bulan, yakni sebesar Rp 18,021 miliar.

”Kalau mulai 1 Mei, pelatnas akan berakhir 31 Oktober. Ada masa vakum sebulan karena APG pada Desember. Lebih tepat kalau pelatnas mulai 1 Juni sehingga selesai Pelatnas tidak ada masa vakum,” kata Surya Dharma.

Menurut Surya Dharma, para atlet difabel juga akan mengikuti pembinaan karakter di kompleks Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Jawa Tengah. Mereka akan mengikuti program pembinaan karakter selama 4-5 hari yang materinya berbeda dengan atlet normal. (HLN/WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau