Duh, Bayi Dibuang di Jalur Pantura

Kompas.com - 20/05/2011, 08:55 WIB

PASURUAN, KOMPAS.com — Seorang bayi ditemukan di pinggir jalur pantura di Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, dalam kondisi tewas. Diduga, bayi sengaja dibuang oleh orangtuanya, Kamis (19/5/2011) kemarin, dari hasil hubungan gelap.

Bayi naas ini pertama kali ditemukan warga setempat, Arianto, sepulang dari tempat kerjanya. Bayi yang dikira benda mati itu awalnya terbungkus rapat sarung berwarna hitam disertai bungkusan kantong plastik berwarna merah. "Karena penasaran, ya saya buka. Tak tahunya kelihatan jari bayi yang berbau busuk," ujar Arianto.

Seusai mendapatkan laporan dari warga, tim identifikasi dari Kepolisian Resor Pasuruan langsung melakukan olah TKP. Dari hasil otopsi sementara, ternyata bayi tersebut berjenis kelamin perempuan yang diperkirakan mempunyai panjang 50 sentimeter dan berat 3,5 kilogram.

Umur bayi diperkirakan tiga hari karena tali pusar masih menempel di perut bayi. Jasad bayi itu sudah mulai mengeluarkan bau tak sedap dan dikerubuti lalat. "Namun, untuk kepastiannya, kami masih menunggu hasil visum," ujar Kompol Hadi Suryo, Kepala Polsek Bangil.

Petugas menduga keberadaan bayi yang sudah tewas itu adalah hasil dari hubungan gelap. "Karena, kuat dugaan jika bayi itu sengaja dibuang," ujarnya.

Seusai melakukan olah TKP, petugas langsung membawa jasad bayi ke RSUD Bangil untuk dilakukan visum guna memastikan apakah bayi itu dibuang dalam kondisi tewas atau masih hidup. "Dan, kami meminta agar warga segera melaporkan jika ada tetangga atau teman yang mencurigakan saat melahirkan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau