Skandal seks

Bos IMF Bebas Tapi Dipasangi Monitor

Kompas.com - 20/05/2011, 09:48 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Pengadilan Tinggi New York, Kamis (19/5/2011), membebaskan mantan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn dari penjara dengan mengharuskannya bayar uang jaminan sebesar 6 juta dollar AS atau setara Rp 51,3 miliar. Strauss-Kahn yang dipenjara sejak Senin lalu terkait tuduhan percobaan pemerkosaan terhadap seorang pelayan kamar hotel juga akan segera menjalani sidang terkait tuduhan itu dan, meski bebas, ia tetap diawasi selama 24 jam.

Strauss-Kahn akan dibawa ke sebuah apartemen di Manhattan yang istrinya—jurnalis Perancis dan ahli waris seorang jutawan, pengusaha di bidang karya seni, Anne Sinclair—menyewa menjelang sidang di Pengadilan Tinggi Mahkamah New York, Kamis sore, kata pengacaranya. Di sana ia akan dipantau selama 24 jam oleh perusahaan keamanan yang dibayar Strauss-Kahn sendiri dan sebuah monitor elektronik akan dipasang di mata kakinya. Tak hanya itu, kamera-kamera video juga akan dipasang di apartemen tersebut dan alarm akan ditempatkan di pintu-pintu demi mencegahnya kabur dari tempat itu.

Dia dijadwalkan dapat menghabiskan malam terakhir di penjara di Pulau Rikers, New York, sementara keluarganya mengumpulkan dana senilai 1 juta dollar dalam bentuk uang tunai dan sebesar 5 juta dollar dalam bentuk jaminan obligasi, setelah itu ia akan dibebaskan.

Sinclair, istri ketiga Strauss-Kahn, dan putri Strauss-Khan, Camille, hadir di pengadilan dan terlihat lega dengan keputusan hakim.

Hakim Pengadilan Tinggi New York diberi tahu bahwa dakwaan telah dijatuhkan terhadap Strauss-Kahn setelah juri seepakat bahwa ada cukup bukti bagi penuntutan.

Pengajuan jaminan yang luar biasa itu menyiratkan bahwa Strauss-Kahn berjuang keras di penjara yang terkenal itu, di mana ia telah ditempatkan sejak Senin setelah permohonan jaminan awal senilai 1 juta dollar ditolak oleh seorang hakim perempuan di pengadilan lebih rendah. Dia telah menghabiskan tiga malam terakhir di sel isolasi di penjara itu dengan pengawasan selama 24 jam demi mencegahnya bunuh diri.

Strauss-Kahn memasuki ruang sidang yang penuh sesak dengan mengenakan setelan abu-abu gelap dan kemeja biru. Ia terlihat tersenyum dua kali ke arah istri dan putrinya yang duduk di barisan depan tempat duduk untuk umum. Camille, yang mengenakan jaket biru tua dan atasan bergaris-garis biru muda dan putih, memegang tangan Sinclair. Dengan ekspresi tegang di wajahnya, Sinclair, yang mengenakan rok abu-abu sepanjang lutut, jaket hitam, dan sepatu kulit coklat muda, menatap ke depan sepanjang sidang.

William Taylor, pembela Strauss-Kahn, mengatakan, kliennya harus dibebaskan karena sudah menyerahkan dokumen-dokumen perjalanannya dan menyewa sebuah perusahaan keamanan swasta dengan bayaran 200.000 dollar per bulan demi memastikan dia tidak meninggalkan Amerika. Dia mengatakan, Strauss-Kahn "seorang terhormat" yang akan "mempertahankan diri" dan bahwa satu-satunya tujuan adalah untuk "membersihkan namanya".

Strauss-Kahn telah mengundurkan diri sebagai Direktur Pelaksana IMF, Rabu malam. Ia mengatakan, dirinya ingin fokus pada kasusnya.

Pengacaranya berjanji, jika dibebaskan dengan uang jaminan, ia tidak akan melarikan diri ke Perancis. Ia mengatakan, kecurigaan bahwa kliennya akan lari ke Perancis dan menjalani kehidupan sebagai seorang buron perkara seksual merupakan "kekonyolan". "Orang ini adalah orang yang memiliki hak untuk dibebaskan dari tahanan," kata Taylor. Ia menambahkan, ada kasus yang melibatkan orang penting lainnya, seperti pemodal Bernard Madoff yang dibebaskan dengan uang jaminan. "Kami dengan hormat meminta pengadilan untuk mengizinkan Strauss-Kahn dibebaskan dan bisa berada bersama keluarganya di bawah kondisi yang diusulkan. Saya tidak bisa memikirkan kondisi lain yang lebih ketat yang mungkin bisa ditawarkan," katanya.

Namun, asisten jaksa wilayah John McConnell mengatakan, bukti kesalahan Strauss-Kahn "substansial dan bertambah setiap hari". Dia menambahkan, terduga korban telah memberikan sebuah laporan "yang menarik dan tak tergoyahkan" dan bahwa tes DNA awal dari kamar hotel tampaknya mendukung versi korban atas peristiwa itu. "Kami punya tersangka yang dengan kelakuannya sendiri dalam kasus ini telah menunjukkan bahwa ia memiliki kecenderungan melakukan kejahatan impulsif," katanya.

Dia melanjutkan, Strauss-Kahn merupakan "figur internasional" yang berisiko kabur dengan pesawat karena ia punya "kemampuan secara pribadi, politik, dan keuangan untuk meninggalkan Amerika Serikat dan secara potensial punya sumber daya ekonomi besar dan jaringan di seluruh dunia".

McConnell juga menyingkirkan kemungkinan bahwa Strauss-Kahn akan menjalani kehidupan sebagai buron. Namun, ia mengatakan, jika dia melarikan diri, dia akan "hidup enak dan nyaman di tempat-tempat yang berada di luar yurisdiksi pengadilan ini dan negara ini".

Namun, setelah menuntut jaminan bahwa Strauss-Kahn akan ditempatkan di bawah pengawasan 24 jam, hakim pengadilan tinggi, Michael Obus, setuju dia dibebaskan. Ketika berbicara langsung dengan Strauss-Kahn, Obus memperingatkan bahwa "sedikit saja masalah" dengan jaminannya, itu akan berarti Strauss-Kahn akar segera dibawa lagi ke pengadilan dan mungkin akan dikembalikan ke tahanan. "Uang saja tidak cukup untuk memberi kami jaminan yang kami tuntut. Ini ada kondisi lain yang membuat tidak mungkin bagi terdakwa untuk kabur," katanya.

Sidang kemarin itu merupakan usaha kedua untuk membebaskan Strauss-Kahn setelah ia dikatakan punya "risiko untuk terbang" dalam usaha pertama di sebuah pengadilan yang lebih rendah. Strauss-Kahn dituduh telah melakukan tindak pidana seksual berupa percobaan pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Perempuan yang diduga menjadi korban Strauss-Kanh sudah bersaksi di hadapan sebuah grand jury untuk memberikan laporannya terkait apa yang dituduhkan. Strauss-Kahn selanjutnya akan muncul di pengadilan tanggal 6 Juni untuk menghadapi dakwaan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau