Dugaan calo anggaran

DPR Persilakan KPK Awasi Rapat Anggaran

Kompas.com - 20/05/2011, 13:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pimpinan DPR memberikan "lampu hijau" kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ikut dalam semua pembahasan anggaran di rapat Badan Anggaran DPR. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPR Anis Matta menanggapi kabar banyaknya calo di parlemen, baik untuk mengegolkan anggaran maupun RUU tertentu.

"Saya kira pembahasan anggaran, kan, sekarang terbuka. Pembahasan anggaran di rapat-rapat komisi terbuka semua. KPK bisa mengikuti semua dari awal. Daripada kita terlibat isu calo, gini aja, KPK ikut saja dalam rapat (Badan Anggaran) kami. Kirim surat, KPK ingin mengikuti rapat-rapat anggaran. Itu lebih bagus," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/5/2011).

Politisi PKS ini mengatakan, DPR bisa menggelar rapat secara terbuka dan tertutup. Namun, lanjutnya, sebagian besar rapat digelar dengan terbuka sehingga publik bisa mengikuti proses yang berlangsung, termasuk juga rapat di Badan Anggaran.

"Anggaran itu, kan, informasi publik. Sebenarnya di mana sering terjadinya letak terjadinya korupsi itu di tingkat pelaksanaannya. Bukan di sini (DPR)," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau