Guru Spiritual Reza Artamevia Pimpin PARFI

Kompas.com - 20/05/2011, 16:25 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru spiritual Reza Artamevia, Gatot Brajamusti, akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PARFI periode 2011-2015 dalam kongres ke XIV di Hotel Sahid Jaya, Jumat (20/5/2011). Gatot menggantikan aktris senior Jenny Rachman yang menduduki jabatan ketua umum sebelumnya.

Pemilihan ketua umum itu akhirnya diputuskan melalui voting setelah terjadi ketegangan dalam kongres tersebut. Gatot menang telak dengan mengantongi 372 suara. Sementara pesainganya, Ki Kusumo hanya 8 suara, dan Sultan Saladin 18 suara. Total ada 398 suara.

Saat nama Gatot dinyatakan sebagai pemenang setelah meraih suara terbanyak, seluruh pendukungnya bersorak kegirangan. Mereka membopong Gatot naik ke atas panggung.

"Siapa pun yang menang janganlah menjadi pongah. Bila ada yang kalah, haruslah lapang dada, jangan banyak tingkah dan ulah," ujarnya saat memberi sambutan kemenangannya itu.

Menurut Gatot kemenangannya tersebut tak lepas dari dukungan sejumlah pihak. Seperti keluarga, panitia, dan orang-orang PARFI selalu mendukungnya selama pencalonan.

Pelaksanaan Kongres PARFI XIV sempat diwarnai  kericuhan. Sejumlah peserta kongres tak bisa mengendalikan emosinya menyusul adanya indikasi kecurangan terkait pemilihan Ketua Umum.

Masing-masing kubu berusaha mempertahankan pendapat dan merasa dirinya paling benar.  Tak pelak, aktris senior Jenny Rachman, selaku Ketua Umum PARFI yang masih menjabat itu, angkat bicara.

"Jangan terombang-ambing. Saya tidak ingin jabatan Ketua Umum Pengurus Besar PARFI lagi. Namun saya tak ingin meninggalkannya dalam keadaan gonjang-ganjing," ucapnya, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (19/05/2011).

Kemudian, Jenny dan sejumlah anggota PARFI lainnya menyerukan supaya kongres harus deadlock. Hal itu dimaksudkan supaya memberi waktu kepada PB PARFI untuk membentuk kembali panitia kongres yang baru.

Namun pimpinan kongres Adi Surya Abdi yang didukung oleh perwakilan PARFI daerah bersikukuh untuk meneruskan jalannya sidang. Oleh sebab itu, Jenny Rachman beserta artis senior lainnya melakukan aksi walk out.

"Selama pemilihan ketua umum PARFI, kami tidak pernah seperti ini. Kami merasa kongres ini sudah tidak benar, kami sebagai artis senior menyatakan keluar dari kongres ini," seru aktor senior Him Damsyik.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau