Kunjungan Turis ke Jepang Turun Drastis

Kompas.com - 20/05/2011, 18:54 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Bencana gempa bumi, tsunami, dan krisis nuklir yang dialami Jepang telah membuat kunjungan wisatawan asing turun hingga 62,5 persen. Organisasi Pariwisata Jepang mengatakan perkiraan jumlah wisatawan yang datang di bulan April adalah 295.800. Angka ini turun drastis jika dibanding bulan April 2010 yang mencapai 788.000. Penurunan drastis juga terasa di bulan Maret yaitu mengalami penurunan hingga 50,3 persen dibanding bulan Maret di tahun 2010.

"Bencana gempa bumi tersebut diberitakan secara detail dan besar-besaran ke seluruh dunia setiap menitnya, mengejutkan orang-orang di seluruh dunia," ungkap organisasi tersebut dalam siaran persnya.

"Khususnya, krisis nuklir telah meningkatkan kecemasan orang terhadap jaminan keselamatan dan keamanan, kedua hal yang penting untuk berwisata," tambahnya.

Sejak pertengahan April, lanjutnya, beberapa kelompok wisatawan dari China dan Asia Tenggara telah mulai kembali berdatangan ke Jepang.

"Kecuali krisis nuklir bisa sepenuhnya hilang, kecemasan wisatawan akan tetap ada," kata Naoki Morikawa, staf perencanaan dari Organisasi Pariwisata Jepang.

Ia menuturkan bahwa tidak semua area di Jepang tidak bisa didatangi untuk wisata. Karena itu pihaknya akan terus menyampaikan informasi terkini yang akurat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau