Peristiwa budaya

Kerak Telor di Festival Isen Mulang

Kompas.com - 20/05/2011, 19:06 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.Com - Di tengah mulai ramainya pengunjung yang datang ke Festival Budaya Isen Mulang di Lapangan Sanaman Mantikei, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ada pemandangan baru yakni penjual kerak telor yang biasa ada di Jakarta.

Bahkan ada lima orang yang berdagang. Lokasinya di sela-sela pedagang makanan dan mainan yang memadati halaman Lapangan Sanaman Mantikei.

Tahun ini adalah tahun ketiga mereka jualan kerak telor di festival yang diikuti 14 kabupaten/kota di Kalteng tersebut.

"Pertama kali kami masuk Kalimantan saat PON (Pekan Olahraga Nasional) di Samarinda, Kalimantan Timur, beberapa tahun lalu. Setelah itu kami berkeliling ke setiap ada keramaian, baik di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, maupun Kalimantan Tengah," ujar Saprol, salah satu pedagang kerak telor asal Solo, Jawa Tengah.

Selain Solo, para pedagang berasal dari kota-kota lain di Jawa, salah satunya Surabaya, Jawa Timur.

Festival Budaya Isen Mulang sendiri mengetengahkan sejumlah kegiatan seni dan budaya masyarakat Dayak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau