Pembalakan

Pembalakan Kayu di TNKS Dibiarkan Terjadi

Kompas.com - 21/05/2011, 04:29 WIB

Jambi, Kompas - Dinas Kehutanan Kabupaten Kerinci kembali mendapati ratusan kayu curian dari dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat atau TNKS, Jumat (20/5). Praktik pencurian kayu dalam kawasan itu diduga sudah berlangsung sejak tiga tahun terakhir.

Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kerinci Abu Hasan mengatakan, pihaknya telah mengawasi aktivitas pembalakan liar dalam kawasan yang berlokasi dekat dengan Gunung Tujuh tersebut sejak lama.

Operasi kemudian digelar pada Kamis dan Jumat. Sejumlah pembalak lari saat mengetahui kedatangan petugas, dan meninggalkan sekitar 6 meter kubik kayu jenis meranti batu dan kayu medak yang telah diolah dalam hutan. Di lokasi tersebut, petugas akhirnya hanya menyita mesin potong (chainsaw) dan gerobak pengangkut kayu. ”Hanya mesin dan alat transportasi yang kami amankan, sedangkan kayu dalam kawasan tidak bisa dibawa keluar. Karena menurut undang-undang, kayu dalam kawasan konservasi harus dimusnahkan di tempat. Hanya sebagian kecil kayu yang sudah diangkut keluar kawasan yang dapat kami bawa sebagai barang bukti,” tutur Abu Hasan.

Abu menyayangkan pembalakan liar dibiarkan terus terjadi oleh otoritas terkait. Padahal aktivitas ilegal di kawasan itu diperkirakan sudah berlangsung selama dua hingga tiga tahun. Pihaknya menduga sebagian kayu dirakit melalui Sungai Batangsangir, dekat lokasi pembalakan.

Di Yogyakarta, Kementerian Kehutanan menargetkan membangun 15.000 kebun bibit rakyat (KBR) oleh kelompok-kelompok masyarakat tahun 2011. Program itu untuk mendukung gerakan penanaman 1 miliar pohon per tahun, dan meningkatkan perekonomian warga pedesaan.

”Pada tahun 2010 kita sudah membangun 10.000 KBR. Tahun 2011 kita bangun 10.000-15.000 KBR,” ujar Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan pada pembukaan Konsolidasi Pimpinan dan Raker Nasional Majelis Lembaga Asyiyah dan peringatan Milad Aisyiyah Ke-97 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (20/5). (ITA/RWN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau