Hindari Lipstik Saat Merawat Bibir

Kompas.com - 21/05/2011, 09:25 WIB

KOMPAS.com - Saat bibir kering dan pecah-pecah, sebaiknya rawat hingga sembuh dan hindari aplikasi lipstik saat masa perawatan.

Make up artist Adi Adrian menyarankan saat bibir bermasalah, kering dalam tingkat yang parah, sebaiknya hindari penggunaan lipstik sementara waktu.

"Tidak butuh waktu lama untuk mengembalikan kesehatan bibir. Aplikasikan lip balm atau madu untuk mengatasi bibir kering selama seminggu. Jangan pakai lipstik selama masa penyembuhan ini," jelas Adi kepada Kompas Female di sela peluncuran rangkaian kosmetik L'Oreal Paris di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kamis (19/5/2011) lalu.

Saat merawat bibir yang kering, aplikasikan lip balm atau madu, 3-4 kali sehari. Aplikasikan juga lip balm atau madu sebelum tidur untuk menyehatkan kembali bibir. Agar bibir sehat perbanyaklah minum setiap hari. Selain juga rutin konsumsi buah dan sayur.

Setelah satu minggu, saat bibir kembali sehat Anda bebas memoles lipstik. Sebaiknya pilih lipstik yang mengandung vitamin E, saran Adi. Lipstik bernutrisi membantu menjaga kesehatan bibir agar tak mengalami berbagai masalah di lapisan kulit tipis ini. Bibir yang sehat memudahkan Anda bereksplorasi dengan ragam warna lipstik. Warna lipstik melekat sempurna, tak pecah-pecah, karena bibir yang tak sehat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau