Indonesia Bungkam Rusia 4-1

Kompas.com - 23/05/2011, 03:35 WIB

Qingdao, Kompas - Kemenangan 4-1 atas Rusia pada laga pertama babak penyisihan Grup B, Minggu (22/5), langsung memastikan langkah Indonesia ke babak perempat final Piala Sudirman 2011 di Qingdao, China.

Hasil itu juga menjadi modal bagus bagi Simon Santoso dan kawan-kawan untuk menghadapi laga berikutnya melawan Malaysia, Rabu (25/5).

Sesuai dengan prediksi, Rusia mampu memberikan perlawanan. Bahkan, mereka merebut satu angka pada partai pertama melalui ganda campuran Vitalij Durkin/Nina Vislova. Pemain peringkat ke-48 dunia itu mengatasi Fran Kurniawan/Pia Zebadiah, 24-22, 21-19.

Simon Santoso pada partai kedua menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah mematahkan perlawanan pemain peringkat ke-70 dunia, Vladimir Ivanov, 21-14, 21-9. Tim Merah Putih berbalik unggul 2-1 setelah pasangan Bona Septano/Muhammad Ahsan menang atas Vitaly Durkin/Alexander Nikolaenko, 21-15, 21-10.

Pemain tunggal putri Adriyanti Firdasari mengunci kemenangan Indonesia, 3-1. Dia mengempaskan Tatjana Bibik, 21-14, 21-17. Greysia Polii/Meiliana Jauhari melengkapi kemenangan Indonesia menjadi 4-1 setelah membungkam Valeria Sorokina/Nina Visloba, 21-3, 21-18.

Kecuali Fran/Pia, penampilan pemain Indonesia cukup baik. Mereka tak memberikan kesempatan kepada pemain lawan untuk mengembangkan permainan. Mereka juga dapat bermain lepas, seperti yang ditunjukkan Firda dan pasangan Greysia/Meiliana saat menghadapi lawan yang relatif sepadan.

Fran/Pia yang memiliki peringkat jauh lebih baik daripada lawan, peringkat ke-12, tidak kuasa memaksimalkan kemampuan. Pukulan mereka tanggung. Banyak bola menyangkut di net atau keluar lapangan.

”Kami tertekan. Kami belum bisa mengatasi situasi sebagai pemain utama yang tampil pada partai pertama. Lawan mengincar Pia. Kami tidak bisa tenang dalam situasi kritis,” kata Fran.

Pada gim pertama, Fran/Pia tertinggal 14-20 sebelum menyamakan kedudukan jadi 20-20. Namun, upaya mereka membalikkan keadaan gagal karena lawan menutup gim pertama dengan 24-22.

Situasi serupa terjadi pada gim kedua, tertinggal 14-18. Mereka bisa mengejar 18-19 sebelum menyerah 19-21.

Pelatih Rusia Mayorova Klaudiya mengatakan, setelah meraih satu poin pada partai pertama, mereka berharap dapat mengambil poin lagi di tunggal putri dan ganda putri. Namun, para pemain Rusia yang diharapkan dapat membuat kejutan malah berada dalam tekanan.

”Permainan mereka malah tidak berkembang. Mental mereka juga sepertinya belum siap menghadapi pemain-pemain Indonesia sehingga tidak bisa bermain agresif,” ujar Mayorova.

Manajer tim Indonesia merangkap Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Hadi Nasri, mengakui, hasil itu belum maksimal karena timnya tidak bisa menyapu bersih semua partai.

Pelatih Christian Hadinata menilai Fran/Pia seharusnya bisa menang. Mereka seharusnya bisa mengendalikan permainan.

”Mereka tidak bisa fokus karena tertekan situasi sebagai pemain pertama. Padahal, mereka seharusnya dapat memahami situasi itu,” kata Christian.

Pertandingan ketat

Pertandingan ketat terjadi di Grup C. Tim unggulan Taiwan harus bersusah payah mengalahkan India dengan skor tipis 3-2. Taiwan membuka keunggulan lewat pasangan Lee Sheng Mu/Chien Yu Chin yang mengalahkan pasangan Aparna Balan/Arun Vishnu, 21-17, 21-10.

India merespons dengan menyamakan kedudukan jadi 1-1 lewat pemain tunggal putra Kashyap yang menaklukkan Hsueh Hsuan Yi, 21-16, 21-13.

Akan tetapi, Taiwan kembali unggul 2-1 lewat pasangan ganda putra Lee Sheng Mu/Fang Chieh Min yang menghentikan perlawanan Sanave Thomas/Rupesh Kumar.

Namun, pemain tunggal putri India, Saina Nehwal, membuat persaingan menjadi sengit setelah menang atas Tai Tzu Ying, 21-10, 12-21, 21-17. Taiwan selamat dari kekalahan setelah pada partai terakhir pemain ganda putri Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin mengalahkan Jwala Gutta/Ashwini Ponnapa, 21-15, 21-17.

Pada pertandingan di Grup D, Denmark memetik hasil positif dengan mengalahkan tim Eropa lainnya, Inggris.

Kemenangan ini menjadi modal penting sebelum Denmark menghadapi Korea Selatan, Rabu depan. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau