Hasil itu juga menjadi modal bagus bagi Simon Santoso dan kawan-kawan untuk menghadapi laga berikutnya melawan Malaysia, Rabu (25/5).
Sesuai dengan prediksi, Rusia mampu memberikan perlawanan. Bahkan, mereka merebut satu angka pada partai pertama melalui ganda campuran Vitalij Durkin/Nina Vislova. Pemain peringkat ke-48 dunia itu mengatasi Fran Kurniawan/Pia Zebadiah, 24-22, 21-19.
Simon Santoso pada partai kedua menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah mematahkan perlawanan pemain peringkat ke-70 dunia, Vladimir Ivanov, 21-14, 21-9. Tim Merah Putih berbalik unggul 2-1 setelah pasangan Bona Septano/Muhammad Ahsan menang atas Vitaly Durkin/Alexander Nikolaenko, 21-15, 21-10.
Pemain tunggal putri Adriyanti Firdasari mengunci kemenangan Indonesia, 3-1. Dia mengempaskan Tatjana Bibik, 21-14, 21-17. Greysia Polii/Meiliana Jauhari melengkapi kemenangan Indonesia menjadi 4-1 setelah membungkam Valeria Sorokina/Nina Visloba, 21-3, 21-18.
Kecuali Fran/Pia, penampilan pemain Indonesia cukup baik. Mereka tak memberikan kesempatan kepada pemain lawan untuk mengembangkan permainan. Mereka juga dapat bermain lepas, seperti yang ditunjukkan Firda dan pasangan Greysia/Meiliana saat menghadapi lawan yang relatif sepadan.
Fran/Pia yang memiliki peringkat jauh lebih baik daripada lawan, peringkat ke-12, tidak kuasa memaksimalkan kemampuan. Pukulan mereka tanggung. Banyak bola menyangkut di net atau keluar lapangan.
”Kami tertekan. Kami belum bisa mengatasi situasi sebagai pemain utama yang tampil pada partai pertama. Lawan mengincar Pia. Kami tidak bisa tenang dalam situasi kritis,” kata Fran.
Pada gim pertama, Fran/Pia tertinggal 14-20 sebelum menyamakan kedudukan jadi 20-20. Namun, upaya mereka membalikkan keadaan gagal karena lawan menutup gim pertama dengan 24-22.
Situasi serupa terjadi pada gim kedua, tertinggal 14-18. Mereka bisa mengejar 18-19 sebelum menyerah 19-21.
Pelatih Rusia Mayorova Klaudiya mengatakan, setelah meraih satu poin pada partai pertama, mereka berharap dapat mengambil poin lagi di tunggal putri dan ganda putri. Namun, para pemain Rusia yang diharapkan dapat membuat kejutan malah berada dalam tekanan.
”Permainan mereka malah tidak berkembang. Mental mereka juga sepertinya belum siap menghadapi pemain-pemain Indonesia sehingga tidak bisa bermain agresif,” ujar Mayorova.
Manajer tim Indonesia merangkap Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Hadi Nasri, mengakui, hasil itu belum maksimal karena timnya tidak bisa menyapu bersih semua partai.
Pelatih Christian Hadinata menilai Fran/Pia seharusnya bisa menang. Mereka seharusnya bisa mengendalikan permainan.
”Mereka tidak bisa fokus karena tertekan situasi sebagai pemain pertama. Padahal, mereka seharusnya dapat memahami situasi itu,” kata Christian.
Pertandingan ketat terjadi di Grup C. Tim unggulan Taiwan harus bersusah payah mengalahkan India dengan skor tipis 3-2. Taiwan membuka keunggulan lewat pasangan Lee Sheng Mu/Chien Yu Chin yang mengalahkan pasangan Aparna Balan/Arun Vishnu, 21-17, 21-10.
India merespons dengan menyamakan kedudukan jadi 1-1 lewat pemain tunggal putra Kashyap yang menaklukkan Hsueh Hsuan Yi, 21-16, 21-13.
Akan tetapi, Taiwan kembali unggul 2-1 lewat pasangan ganda putra Lee Sheng Mu/Fang Chieh Min yang menghentikan perlawanan Sanave Thomas/Rupesh Kumar.
Namun, pemain tunggal putri India, Saina Nehwal, membuat persaingan menjadi sengit
Pada pertandingan di Grup D, Denmark memetik hasil positif dengan mengalahkan tim Eropa lainnya, Inggris.
Kemenangan ini menjadi modal penting sebelum Denmark menghadapi Korea Selatan, Rabu depan.