Pmi

JK: PMI Kekurangan 4 Juta Kantong Darah

Kompas.com - 23/05/2011, 09:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya memenuhi kebutuhan darah bagi mereka yang memerlukan terus dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI). Bahkan, untuk memenuhi persediaan darah, saat ini PMI terus menggencarkan aksi donor darah yang diselenggarakan di area publik seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, dan hotel. Tak hanya itu, penambahan pelayanan donor darah di rumah sakit maupun puskesmas juga terus dilakukan.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, saat ini kebutuhan darah di Indonesia cukup tinggi. Untuk itu pihaknya pun terus berupaya menggencarkan aksi donor darah dengan melibatkan banyak pihak untuk berpartisipasi.

“Tak kurang sebanyak 1.000 kantong darah dibutuhkan setiap hari. Bahkan, untuk tahun ini saja, PMI masih kekurangan sebanyak 4 juta kantong darah,” ujar Jusuf Kalla, saat menghadiri kegiatan donor darah di Gereja HKBP Menteng, Jalan Jambu No 46, Jakarta Pusat, Minggu (22/5/2011).

Untuk itu, diungkapkan Kalla, pihaknya sangat mendukung dengan aksi donor darah yang dilakukan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dalam rangka menyambut hari jadi atau jubileum ke-150 organisasi tersebut.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Saefullah yang mewakili Gubernur DKI  Fauzi Bowo mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan aksi yang dilakukan jemaat HKBP untuk menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian para jemaat gereja terhadap sesama manusia.

“Semoga apa yang dilakukan jemaat HKBP manfaatnya betul-betul dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” paparnya.

Ketua Umum Jubileum HKBP, Edwin Situmorang mengatakan, selain aksi donor darah, kegiatan sosial lain yang dilakukan pihaknya antara lain, pembagian kaki palsu, operasi katarak, operasi bibir sumbing, pemeriksaan kesehatan dan lain sebagainya. Diungkapkannya, kegiatan ini akan dilakukan di seluruh gereja HKBP yang berjumlah sekitar 4000 gereja yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kegiatan ini akan berlangsung selama dua bulan dan dilaksanakan di seluruh gereja HKBP," tandas Edwin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau