JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia pada awal pekan dibuka melemah 27,42 poin setelah mengalami penguatan signifikan pada pekan lalu sehingga harga saham memasuki area jenuh beli ().
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (23/5/2011) pagi dibuka turun 0,71 persen menjadi 3.845,53. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) juga turun 7,05 poin atau 1,02 persen ke posisi 684,79 poin.
Kepala Riset Samuel Sekuritas Christine Salim di Jakarta, Senin, mengatakan, secara teknikal indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah berada dalam area overbought sehingga harga saham bergerak melemah.
Selain itu, lanjut dia, pembukaan IHSG yang berada dalam area melemah pagi ini seiring sentimen negatif yang terjadi pada harga saham-saham bursa global. "Harga saham regional bergerak melemah menjadi sentimen negatif pada indeks dalam negeri pagi ini," kata dia.
Terlihat bursa regional diantaranya Indeks Hang Seng melemah 377,83 poin (1,62 persen) ke level 22.823,56, Nikkei-225 turun 132,25 poin (1,38 persen) ke level 9.474,83, dan Indeks Straits Times melemah 29,34 poin (0,93 persen) ke level 3.139,20.
Ia menambahkan, mayoritas bursa Asia melemah seiring sentimen negatif dari Eropa terkait diturunkannya peringkat utang Yunani berpotensi menurunkan pendapatan ekspor beberapa negara Asia.
Sementara, kata dia, Bursa AS juga ditutup melemah pekan kemarin seiring kekhawatiran mengenai krisis utang Yunani kembali mencuat dan diturunkannya prediksi kinerja beberapa emiten membawa pesimisme di perekonomian AS. "Fitch menurunkan peringkat utang Yunani sebanyak tiga level menjadi "B+" (single B plus) yang memberikan sentimen negatif beberapa bursa dunia," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang