5 Makanan Pelawan Gejala PMS

Kompas.com - 23/05/2011, 15:41 WIB

KOMPAS.com - Siapapun pasti berusaha menghindari kram perut, sakit kepala, perut kembung, hingga perubahan mood akibat PMS dengan berbagai cara. Dari minum jamu, hingga akupunktur. Bila Anda mau, sebenarnya Anda bisa melawan gejala PMS ini dengan meditasi, olahraga, dan mengonsumsi makanan "super". Jika Anda mengalami gejala PMS tiap bulan, simak makanan apa saja yang bisa Anda konsumsi untuk mengurangi gejala tersebut.

Susu
Studi menunjukkan, konsumsi kalsium sekitar 1.200 mg per hari memberikan pengaruh positif terhadap siklus menstruasi. Masih belum jelas bagaimana kalsium dapat membantu mengurangi nyeri PMS, namun para peneliti meyakini bahwa bahwa mineral ini memengaruhi keseimbangan estrogen dalam tubuh. Sayangnya, suplemen kalsium tidak bekerja sebaik bahan makanan alami untuk melawan PMS. Anda harus mengonsumsinya dari susu, yogurt, atau keju. Jika Anda kurang menyukai produk-produk olahan susu, pilih sayuran seperti brokoli atau kale.

Ikan
Anda mungkin sering mengonsumsi ikan sarden kalengan tanpa mengetahui manfaatnya. Padahal, ikan ini akan menjadi superfood bila dikonsumsi dalam versi yang segar. Ikan-ikan mungil ini pada dasarnya bebas merkuri, dan kaya akan omega-3, asam lemak yang telah terbukti mampu mengurangi kram perut akibat menstruasi. Selain itu, sarden juga mengandung kalsium. Kandungan kalsium dalam porsi 85 gr sama dengan 236 ml susu. Bila tak menemukan sarden, salmon bisa jadi penggantinya.

Pisang
Vitamin B6 telah terbukti mampu mengurangi gejala PMS dan PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder), seperti payudara yang menegang, retensi air, dan mood yang berubah-ubah. Lipatgandakan kebaikan vitamin B6 ini dengan sarapan yang baik untuk jantung seperti oatmeal dan pisang, yang juga kaya akan vitamin B6. Bila tak suka pisang, Anda juga bisa mengonsumsi ayam dan tuna sirip kuning.

Biji-bijian
Biji-bijian dan kacang-kacangan seperti biji buah labu, biji bunga matahari, kacang, dan kacang mete. Bahan makanan ini diketahui kaya akan magnesium, yang mampu membantu mengatasi kembung dan mood swing. Magnesium diperlukan untuk meneruskan kalsium ke tulang, namun tang perlu Anda perhatikan, terlalu banyak kalsium dapat menghambat penyerapan magnesium di dalam tubuh. Untuk menetralkannya, jangan mengonsumsi kalsium secara berlebihan. Selain itu, makanlah makanan yang mengandung magnesium ini terpisah dari makanan berkalsium.

Nenas
Selain mengandung vitamin A, B, dan C, nenas kaya akan kandungan mangan. Mineral ini telah terbukti mampu meningkatkan mood dan mengurangi retensi air, sehingga Anda terbebas dari problem perut kembung. Penelitian juga menunjukkan bahwa mangan meningkatkan kadar serotonin, neurotransmitter yang bertindak sebagai antidepresi alami. Selain nenas, mangan juga bisa ditemukan dalam nasi merah, kacang garbanzo, dan rasberi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau