Persoalan gaji

Pemain Arema "Serbu" Rumah Ketua Yayasan

Kompas.com - 23/05/2011, 20:08 WIB

MALANG,KOMPAS.com - Belasan pemain Arema Indonesia, pelatih Arema Miroslav Janu, serta official tim mendadak mendatangi rumah Ketua Yayasan Arema, Muhammad Nur, di Jl Puncak Yamin, No 2, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (23/5/2011). Mereka mempertanyakan keberlangsungannya berada di tim kesayangan Aremania tersebut, karena selama ini pelatih, tim official serta seluruh pemain sudah lama tak menerima gaji.

Menurut Janu, kedatangan dirinya dan pemain itu untuk meminta pertanggungjawaban Muhamad Nur, selaku Ketua Yayasan Arema soal gaji pemain, pelatih serta official tim. Pelatih serta pemain sangat menyesalkan sikap M Nur yang seakan tak menghiraukan kondisi pemain dan pelatih.

M Nur dinilai hanya sibuk mengurusi kongres PSSI. Tak pernah mengurusi nasib pemain dan pelatih Arema. "Mengapa lebih mengurusi Kongres PSSI. Padahal, bukan PSSI yang bayar Arema. Untuk apa dia sibuk mengurusi PSSI. Sementara, di internal Arema sendiri tak diurusi," katanya.

M Nur, kata pelatih asal Republik Ceko itu, harus secepatnya pulang ke Malang dengan membawa uang untuk bayar gaji pemain dan pelatih serta tim official Arema.

Rombongan pemain Arema tersebut menuju rumah M Nur dengan menaiki Bus Pion Transport bernomor polisi AA-1586-AA. Janu didampingi ofisial tim, Tony Ho, Asisten pelatih, Joko Susilo, Asisten pelatih, Muhammad Taufan, sekretaris tim, serta dr Albert Rudyanto, selaku dokter tim.

Sementara untuk para pemain yang ikut, diantaranya, Ahmad Bustomi, Yongki Aribowo, Zulkifli Syukur, Talaohu Abdul Musafri, Esteban Javier Guillen Tejera, Roman Chmelo, Roman Gollian, Aji Saka, Tomy Pranata, Juan Revi Auriqto, Sunarto, Ahmad Amiruddin, Benny Wahyudi, Irfan Raditya, Wahyu Gunawan, Ronny Firmansyah, Johan Ahmad Farizi, Purwaka Yudhi, Waluyo dan Hendra Ridwan.

Adapun gaji pemain dan pelatih Arema serta official tim bervariasi, yakni antara 2,5 bulan sampai lima bulan. Sementara, sisa gaji untuk kompetisi ISL musim lalu, selama 2,5 bulan. Sedangkan untuk kompetisi ISL musim ini, selama 2,5 bulan.

M Nur yang sedang tak ada di rumahnya, coba dihubungi Kompas.com melalui ponselnya. Tetapi hingga berita ini ditulis, ponselnya sedang tidak aktif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau