Uang palsu

Beli Motor, Pengedar Uang Palsu Dibekuk

Kompas.com - 23/05/2011, 21:29 WIB

JEMBER, KOMPAS.com — Jajaran Satreskrim Kepolisian Resor (Polres) Jember, Jawa Timur, menangkap pengedar uang palsu sebesar Rp 6,1 juta yang berinisial JN (36), asal Kabupaten Banyuwangi, di Jember, Senin (23/5/2011).

Kapolres Jember AKBP Samudi mengatakan, terbongkarnya sindikat pengedar uang palsu tersebut karena salah seorang polisi menyamar menjadi calon penjual sepeda motor kepada tersangka.

"JN memang menjadi target operasi polisi sehingga polisi melakukan penyamaran untuk mengungkap sindikat uang palsu itu," tuturnya.

Pada saat transaksi pembelian sepeda motor, lanjut dia, tersangka menyerahkan uang palsu sebanyak Rp 6,1 juta kepada polisi yang menyamar.

"Polisi menangkap JN dan membawa tersangka di Mapolres Jember dengan barang bukti uang palsu pecahan Rp 50.000 sebanyak 122 lembar, dua buah scanner, dan printer," paparnya.

Samudi menjelaskan, Polres Jember masih mengembangkan penyidikan berdasarkan keterangan tersangka JN karena ada dua tersangka lainnya yang masih buron. "Tersangka JN mengaku mendapat uang palsu dari AW (50) dan AT yang diduga pembuat jutaan uang palsu itu," katanya.

Ia mengemukakan, JN dan dua tersangka yang masih buron adalah sindikat pengedar uang palsu sehingga modus jual beli sepeda motor hanya untuk dalih mengelabui korban. "Uang palsu sebanyak Rp 6,1 juta itu hanya memiliki dua nomor seri, yang berakhir masing-masing 71 dan 86," jelasnya.

Tersangka JN dijerat Pasal 245 KUHP tentang Pemalsuan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau