Adapun korban luka dan dirawat di rumah sakit berjumlah tiga orang.
Sembilan dari 10 korban tewas seketika pada saat kejadian berlangsung. Satu korban dilaporkan meninggal saat menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara, Nganjuk. Dan, dari sepuluh korban, sembilan orang adalah penumpang truk dan satu orang adalah kernet bus Bambang Wicaksono.
Korban yang meninggal di rumah sakit adalah penumpang truk bernama Santoso (24), warga Kecamatan Wates, Kediri. Adapun korban yang tewas di lokasi adalah Bambang Wicaksono; sopir truk Sigit Sudarsono (43); pengawas tebang angkut pabrik gula Kanigoro, Sujiono (45); Ponidi (45); Darno (45); Suratman (45); Dwi Susanto (39); Sunaryo (43); dan Subiyanto.
Kepala Kepolisian Resor Madiun Ajun Komisaris Besar Nanang Juni Mawanto mengatakan telah menetapkan sopir bus Sumber Kencono bernama Mustari, warga Kabupaten Mojokerto, sebagai tersangka dalam kecelakaan itu.
Kecelakaan lalu lintas antara bus Sumber Kencono bernomor polisi W 7666 UY dari Madiun menuju Surabaya dan truk milik Pabrik Gula Kanigoro bernomor AE 8804 BA dari arah Nganjuk terjadi pada Minggu malam.
Tim Kepolisian Daerah Jatim dan tim Polres Madiun mengungkapkan, kecelakaan dimulai saat bus menyalip dua kendaraan di depannya dari arah kiri. Ternyata di depan dua kendaraan yang disalip itu sudah ada truk dari arah yang sama. Bus kemudian berupaya menyalip truk dengan banting setir ke kanan.
Naas, sejajar dengan truk, ternyata ada sepeda motor yang hendak putar balik. Bus pun berusaha keras menghindari sepeda motor dengan membanting setir makin ke kanan. Ban bus meletus ketika tersangkut di median jalan. Setelah itu, bus terus melaju ke kanan hingga masuk ke lajur berlawanan. Saat itulah truk yang dikemudikan Sigit meluncur dari arah Nganjuk. Tabrakan keras pun tidak dapat dihindari.
Kepala Sub-Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim Komisaris Ade Safri Simanjuntak menemukan fakta, bus diketahui bergerak pada kecepatan tinggi karena posisi persneling pada gigi 5, dengan kecepatan 80-100 kilometer per jam.
Saat kejadian, truk mengangkut 12 penumpang, tiga di antaranya duduk di depan, sedangkan bus dipenuhi 70-an penumpang.
Polisi menyimpulkan, kecelakaan ini disebabkan faktor human error sopir bus Sumber Kencono. Faktor lainnya adalah kondisi jalan bergelombang dan penerangan jalan rambu lalu lintas minim.
Polda Jatim mencatat selama kurun 2009-2010 bus Sumber Kencono terlibat dalam sejumlah kecelakaan dan menelan korban 32 orang tewas, puluhan lain luka-luka. Saat Lebaran 2010, di Ngawi, Jawa Timur, kecelakaan bus Sumber Kencono mengakibatkan bus dibakar massa setelah bus menabrak sepeda motor. Sabtu lalu bus Sumber Kencono juga nyungsep di kebun tebu di tepi jalan lingkar Madiun, saat menghindari sepeda motor. Pada kejadian ini dua pengendara sepeda motor luka berat.